Memahami Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)

Bila kita berbicara tentang apa yang dimaksud dengan pelanggaran HAM, maka akan selalu terjadi banyak perdebatan. Masih dalam konteks ini, HAM perlu dipahami sebagai suatu hal yang terus berkembang seiring dengan jaman. Sejak dideklarasikannya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tahun 1945 hingga saat ini, pemahaman tentang HAM terus berkembang seiring dengan terjadinya berbagai peristiwa di seluruh belahan dunia. Artinya pemaknaan pelanggaran HAM juga terus berkembang dan terus diperbaharaui

Sebelum melangkah pada pemahaman tentang pelanggaran HAM, ada baiknya kita memahami basis dasarnya yaitu Hak Asasi Manusia. Selama ini, banyak pihak yang memahami pelanggaran HAM dengan salah kaprah.

Agar lebih mudah, mari kita lihat dua contoh kasus

  1. Seseorang memukul tetangganya hingga luka berat karena mencuri ayam.
  2. Seorang polisi memukuli seorang tersangka untuk memaksanya mengakui perbuatannya

Menurut anda, apakah kedua peristiwa tersebut adalah pelanggaran HAM?

Pelanggaran HAM

Jika anda mengatakan bahwa kedua kasus di atas adalah sebuah pelanggaran HAM, maka mari kita coba lihat kembali konsep dasarnya.

Dalam kondisi terjadi pelanggaran hak sesesorang yang dilakukan oleh orang lainnya, maka Negara (yang diwakili oleh pemerintah) sebagai pemegang mandat untuk melakukan tindakan berdasarkan undang-undang yang berlaku. Undang-undang tersebut adalah mekanisme dan prosedur yang bertujuan melindungi setiap warga negaranya. Istilah sederhananya adalah penegakan hukum. Negara wajib mengambil tindakan kepada orang yang melakukan pelanggaran sesuai dengan hukum yang berlaku. Artinya, tindakan pelanggaran tersebut masuk dalam kategori tindakan kriminal. Inilah yang terjadi pada kasus 1, seseorang melakukan pelanggaran terhadap hak orang lain.

Nah, lalu bagaimana jika Negara yang melakukan pelanggaran terhadap warganya? Tentu saja, logika yang digunakan adalah pelanggaran tersebut dilakukan oleh pelaksana mandat Negara yaitu aparat negara. Sulit bukan? Mereka sebagai pelaksana mandat negara justru sangat mungkin melakukan pelanggaran terhadap hak-hak warga negaranya karena memiliki kemampuan atau kekuasaan yang justru diberikan (baca mandat) oleh warga negaranya. Nah, inilah yang terjadi pada kasus 2. Polisi sebagai bagian dari aparat negara yang seharusnya memberikan perlindungan kepada warga negara tapi justru melakukan pelanggaran.

Oleh karena itu, nilai Hak Asasi Manusia kemudian diterjemahkan dalam sejumlah hukum internasional yang kemudian diratifikasi oleh Indonesia. Dalam instrumen hukum HAM yang berlaku di Indonesia melalui UU No. 39/1999, dalam pasal 8, 71, dan 72; negara mempunyai kewajiban untuk menghormati, melindungi dan memenuhi HAM melalui implementasi dalam berbagai bentuk kebijakan. Dalam hal ini, pelanggaran terjadi dalam kondisi negara telah gagal untuk memenuhi salah satu diantara tiga kewajibannya.

  1. kewajiban untuk menghormati: semua kebijakan yang dikeluarkan harus di hormati oleh negara termasuk institusi dan aparatur negara. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak melakukan tindakan yang dapat melanggar keutuhan dari individu atau kelompok; atau melanggar kemerdekaan seseorang.
  2. Kewajiban untuk melindungi: kewajiban dimana negara beserta aparatur negara wajib melakukan tindakan seperlunya untuk melindungi dan mencegah seorang individu atau kelompok untuk melanggar hak individu atau kelompok lainnya. Termasuk perlindungan atau pelanggaran terhadap kebebasan seseorang.
  3. Kewajiban untuk memenuhi: negara mempunyai kewajiban untuk melakukan tindakan-tindakan yang menjamin setiap orang untuk memiliki hak hukum dalam memenuhi kebutuhan yang termasuk dalam instrumen HAM, dimana hak itu tidak dapat dipenuhi secara pribadi.

Hak Apa Saja Yang Dapat Dilanggar?

Banyak orang yang terjebak melihat dalam “kaca mata” Hak Asasi Manusia bidang sipil dan politik. Pelanggaran yang kemudian dipahami dalam artian kekerasan fisik yang terjadi dan jatuh korban secara fisik (meninggal dan luka-luka). Sementara kasus seperti penggusuran paksa sejumlah orang dari satu wilayah tanpa prosedur yang sesuai dianggap bukan sebagai sebuah pelanggaran HAM.

Tahun 1993, Konferensi Dunia tentang Hak Asasi Manusia di Vienna telah memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pengertian pelanggaran HAM. Konferensi itu secara tegas menghasilkan pernyataan bahwa HAM terdiri dari hak bidang sipil, politik, sosial, ekonomi dan budaya. Sehingga pelanggaran yang terjadi dalam bidang-bidang tersebut merupakan pelanggaran HAM yang memiliki saling keterkaitan dan mempengaruhi satu bidang dengan yang lainnya sehingga itu terjadi.1

Catatan kaki
  1. lihat Deklarasi Wina dan Program Aksi []

Syaldi Sahude

Hidup dengan berbagai pertanyaan, itulah aku. Pernah menjadi kuli panggul di Tn. Abang membuatku tahu kehidupan buruh. Pernah menjadi bagian eksekutif muda yang membuatku muak. Akhirnya si botak memilih menjadi seorang Ronin di dunia masyarakat sipil...!

You may also like...

39 Responses

  1. Nobodyknows+ says:

    Bagusssssss!!!!sangat Bergunaa…..
    Hweheheheheh…(^_^)

  2. lutfiansyah says:

    makasih y. penjelasannya sangat membantu tugas ujian saya…

  3. Sama-sama,

    Sebenarnya, penjelasan di atas masih sangat jauh dari ideal. Aku akan melengkapi penjelasan tentang pelanggaran HAM. So, sering singgah saja…

  4. doras says:

    sukses deh tugas gw

  5. azeza says:

    thanx…

    pnjlasannya sngad mmbantu tugas kuL zea..

  6. Buat Azesa dan Doras, semoga tulisan ini berguna. Jangan lupa untuk berbagi pengetahuan kamu ya…

  7. Ester says:

    Sun.. (hihi), blog elo keren amat. Dr tulisan-tulisan lo,gw bisa bljr bnyk di bidang yg gw blum paham bnr, yg gw msh meraba-raba..Thx a lot. Jgn lupa next saturday :)

  8. inori says:

    siiippp,,,^^

  9. Mhyla says:

    bagus deh…!!!

  10. jessica says:

    bwt Q itu tuh emang berguna BngTZZZZZZ………..;^)

  11. jessica says:

    itu emang berguna BngTZZZZZZ……;^)
    terus dapat dipahamii dengan jelas…

  12. dewani-mia says:

    thankssss berkat penjelasannya Q dpt mengerjakan tgs Q dngn baik

  13. icha says:

    AQ jd maengerti skrg . . .

  14. enda says:

    saya sangat senang atas artikel ini,,,,,,,,,, karena dapat menambah wawasan serta berguna untuk kita.!!!!!!!!!!

  15. iqo says:

    sanksi dunia internasional bagi negara yg melanggar HAM apa aja ?


  16. iqo:

    sanksi dunia internasional bagi negara yg melanggar HAM apa aja ?

    Setidaknya ada dua sanksi yang biasa dijatuhkan kepada negara yang diduga melakukan pelanggaran HAM. Pertama adalah sanksi sosial yang biasa berupa embargo ekonomi atau persenjataan. Kedua adalah sanksi hukum, seperti pengadilan yang terjadi di Rwanda. Terakhir adalah pengadilan HAM untuk Khmer Merah di Kamboja.

  17. Maria says:

    Makasih ya kak Syaldi hehehe

  18. poppy says:

    saya mau tanya kak,
    kalo seorang polisi yg bekerja dan disakiti jiwa n raganya sampai meninggal dunia. apa itu bisa dianggap sebagai plnggaran Ham atau resiko suatu pekerjaan?

  19. Hai Poppy, mungkin yang harus dipertegas adalah siapa pelakunya dan mengapa. Khusus untuk aparat negara seperti Polisi dan Militer, pekerjaan mereka pada dasarnya sudah berisiko. Akan tetapi, kita harus lihat terlebih dahulu konteksnya.

  20. Nabila says:

    thanks ya….aku jadi bisa ngerjain tugas PPKn….!!!!

  21. roikhan says:

    ya itu sngt berguna

  22. lady says:

    tank’s y,
    gwe, jdi bsa ngerjai pr nih…!
    hehehehe…

  23. nurul says:

    thanks Bgt ya ka’ gw Jd bisa Ngerjain Tugas KULiyah…..:-)

  24. MOKO says:

    kak mohon postkan sanksi internasional atas pelanggaran HAM dan jenis jenis pelanggaran HAM berat menurut STATULA ROMA 2’04.. tolong di bantu

  25. mungkin dalam penulisan ham lebih menjurus

  26. indro says:

    Jadi sebetulnya yang pelaku pelanggaran HAM itu hanya dari unsur pemerintah saja? apakah pedagang kaki lima tidak dituntut melanggar HAM karena dia bukan aparatur pemerintahan?

  27. mitta says:

    mengapa kita perlu memahami hukum HAM ?

  28. feldy vrandalz says:

    mengapa hukuman mati masi di lakukan?apa dasar dari penyelenggaraan hukuman mati???

  29. Ajie M.A says:

    Nice article. Tp dalam tahap lebih lanjut, implementasi HAM tdk dpt dipisahkan dari keg. politik krn negara sendiri adalah lembaga politik. Kedua, perkembangan implementasi HAM jg harus melihat relativisme moral negara-bangsa sbg determinan yg wajib dipertimbangkan. Ketiga, HAM itu sendiri, dlm realita dilapangan adl suatu instrumen politik krn konsep HAM itu terus berkembang sesuai dgn kebutuhan sosial-politik. Btw, ini tulisan sy ttg HAM yg membahas hal tsb diatas: goo.gl/kdMr2 goo.gl/R2zZI goo.gl/mntcj

  30. bayu juliandra says:

    Iia kak, ttg jenis-jenis pelanggaran HAM. Ada berapa jenis sebnarnya pelanggaran HAM?


    MOKO:

    kak mohon postkan sanksi internasional atas pelanggaran HAM dan jenis jenis pelanggaran HAM berat menurut STATULA ROMA 2’04.. tolong di bantu

  31. ida says:

    trima kasih

  32. zenitha says:

    apakah peradilah ham internasional dapat mnangkap dan mengadili secara langsung terhadap warga negara yang melanggar ham??

  33. putra says:

    Konsekuensi bagi indonesia dari konferensi mengenai HAM tahun 1993…?
    Bisa ksih jawaban?…
    Tlg dibntu…

  1. 27 August 2008

    […] juga : Memahami pelanggaran HAM Catatan kakihttp://www.ohchr.org/EN/Issues/Pages/WhatareHumanRights.aspx […]

  2. 13 May 2009

    […] juga : Memahami pelanggaran HAM Share and […]

  3. 15 May 2009
  4. 31 May 2011

    […] Tahun 1993, Konferensi Dunia tentang Hak Asasi Manusia di Vienna telah memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pengertian pelanggaran HAM. Konferensi itu secara tegas menghasilkan pernyataan bahwa HAM terdiri dari hak bidang sipil, politik, sosial, ekonomi dan budaya. Sehingga pelanggaran yang terjadi dalam bidang-bidang tersebut merupakan pelanggaran HAM yang memiliki saling keterkaitan dan mempengaruhi satu bidang dengan yang lainnya sehingga itu terjadi.1 […]

  5. 26 November 2012

    […] memahami tentang apa itu HAM dan Pelanggaran HAM, pertanyaan yang  kemudian perlu kita ketahui adalah siapakah yang bisa dikategorikan sebagai […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>