Catatan Yang Hilang dari Soe Hok Gie
Malam ini, untuk kesekian kalinya aku menonton kembali film GIE yang diputar oleh salah satu stasiun TV swasta. Tiba-tiba aku teringat kembali beberapa pertanyaan yang muncul setelah aku menjadi salah satu pembicara dalam sebuah diskusi mengenai pemikiran dan kehidupan Soe Hok Gie setahun yang lalu. Saat itu, aku membaca beberapa buku biografi Soe (panggilan Soe Hok Gie) dan tulisannya sendiri yaitu Lentera Merah dan Catatan Seorang Demonstran.
Saat membaca buku Catatan Seorang Demonstran, aku tidak menemukan catatan Soe Hok Gie pada pra dan pasca peristiwa ’65. Pertanyaan yang muncul di kepalaku, kenapa tidak ada? Apakah Soe lupa menuliskannya? Aku tidak yakin kalau Soe tidak menulisnya. Atau memang catatan tersebut sengaja dihilangkan? Pertanyaannya kemudian, mengapa catatan tersebut dihilangkan?
Menurutku, catatan pada masa itu sangat penting untuk memahami pemikiran Soe saat itu menghadapi perubahan politik yang didambakan.
Hmm… dalam waktu dekat aku akan membaca kembali bukunya dan membuat resensinya!
This entry was posted by Syaldi Sahude on 20 August 2007 at 7:26 pm, and is filed under Kamar. Follow any responses to this post through RSS 2.0.You can leave a response or trackback from your own site.
-
Wah, buku yang mana tuh?! Mungkin yang loe maksud buku “Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan”? Bukannya itu membahas tentang tokoh-tokoh kiri pada tahun 1926?
Kalau ada yang mau baca Dibawah Lentera Merah silahkan di download di http://www.geocities.com/nurrachmi/budaya/lenteramerah.pdf
-
Bukan.. bukan buku Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan. Tapi mengenai “Zaman Peralihan”. Itu berasal dari tulisan2 Soe Hok Gie di koran2 di masa itu dan memang baru diterbitkan lagi setelah film Gie muncul.
Sayangnya, editornya bukan orang yang mengerti sejarah dan beberapa kali mengedit nama orang yang hasilnya menjadi salah, seperti HC Princen menjadi Haji Princen.
-
buku yang berjudul “Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan” membahas tentang pemberontakan Pki tahun 1948 yang merupakan skripsi Soe hok gie yang aslinya berjudul “Simpang Kiri dari Sebuah Jalan”. Sedangkan “Di Bawah Lentera Merah” membahas tentang riwayat Sarekat Islam Semarang hingga berubahj menjadi PKI pada tahun 1926. Dan buku yg berjudul “Zaman Peralihan” berisi kumpulan tulisan soe hok gie di surat kabar dan media lainnya.
-
#7 written by Herry Fahlan. A. M 4 years ago
Sejak gw nonton film Gie.. gw benar-benar terinsfirasi dari ceritanya, gw sangat-sangat berterimakasih banyak kepada mas Riri Riza yang udah mengupas cerita tentang seorang Soe Hok Gie…
dan film ini benar-benar mengubah hidup gw menjadi berwarna….
karena Soe Hok Gie tipe gw banget…..
kalau bisa filmnya di sempurnakan lagi karena, meninggalnya Soe Hok Gie di gunung semeru menimbulkan banyak tanda tanya….?
” Salam Rimba ”
” Persaudaraan Untuk Selama-lamanya ”MARISOL MOUNTAINEERING CLUB BEKASI
-
@ Taufik
Mohon maaf aku tidak bisa memenuhi permintaanmu. Aku sendiri mencari beberapa buku tersebut. Coba kamu cari di toko buku terdekat dengan tenpat tinggal kamu. Setahuku, buku catatan seorang demonstran sudah di cetak oleh KPG. Nah, untuk buku yang lain kamu bisa cari langsung di penerbitnya. Sayangnya, sampai sekarang aku belum mendapatkannya… :p
-
aku mank ngga kenal dekat ma Soe, tapi aku, jujur, senang bisa tau sosok idealis nan keras kepala itu. aku juga malah jadi malu sendiri kalau baca pemikirannya dan semua yang udah dilakuinnya selama hidupnya yang terbatas itu. apa yang udah aku lakuin sebagai mahasiswa? pertanyaan itu terus muncul di otakku.
mungkin dalam kesempatan ini, aku mank pelu ngmong terima kasih ma maxwell buat biografi soe hok-gie
salam -
Halo Bangkit! Terima kasih sudah singgah ke “rumah”ku
Aku juga kagum dengan pemikiran Soe, sayangnya dia tidak mampu berbuat apapun saat menyaksikan temannya kemudian menjadi penguasa. Dia pun mengakui bahwa apa yang dia cita-citakan jauh berbeda dengan apa yang dia pikirkan. Soe lupa bahwa ada kekuatan lain yang berada di balik gerakan mahasiswa pada ’66.
Yang harus jadi catatan, bahwa Soe tetap konsisten dengan mengkritik pemerintahan, walaupun dia berkontribusi di dalamnya. Itulah oposan sejati.
Sayangnya, catatannya selama peristiwa ’65 tidak diungkap, bagaimana Soe kemudian menghadapi sebuah dilema. Perubahan yang diimpikannya ternyata memakan begitu banyak korban orang yang tidak bersalah.
Yang bisa kita lakukan sekarang sangat sederhana; tetap kritis dan bebrbuat untuk Negara ini!
-
-
saya udah punya versi pdf “dibawah lentera merah” sama “catatan seorang demonstran”
tapi susah banget nyari “simpang kiri dari sebuah jalan” sama “zaman peralihan”.
apalagi toko buku disini gak banyak,dan bacaan2 seperti itu bukan bacaan “umum” buat pangsa pasar.
mungkin ada yang tau link buat downloadnya?
terima kasih banyak sebelumnya -
-


Gie kalau tak salah mengulas pembantaian 65 dalam bukunya Di Simpang Kiri Jalan