<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Akhir Ramadhan&#8230;</title>
	<atom:link href="http://syaldi.web.id/2008/10/akhir-ramadhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syaldi.web.id/2008/10/akhir-ramadhan/</link>
	<description>Bertanyalah, jangan pernah berhenti bertanya.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Dec 2011 22:58:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Syaldi Sahude</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2008/10/akhir-ramadhan/comment-page-1/#comment-178</link>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 08:22:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.syaldi.web.id/?p=491#comment-178</guid>
		<description>Eh, Diyan...

Akhirnya loe mampir juga di gubuk ini. Memaafkan bukanlah hal yang sulit. Kenapa manusia harus begitu alpa?

Aku bakal bantu kalau loe mau bikin blog loe lebih meriah....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eh, Diyan&#8230;</p>
<p>Akhirnya loe mampir juga di gubuk ini. Memaafkan bukanlah hal yang sulit. Kenapa manusia harus begitu alpa?</p>
<p>Aku bakal bantu kalau loe mau bikin blog loe lebih meriah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nurdiyansah</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2008/10/akhir-ramadhan/comment-page-1/#comment-177</link>
		<dc:creator>nurdiyansah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 04:42:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.syaldi.web.id/?p=491#comment-177</guid>
		<description>begitulah dunia. bahkan Tuhan mengerti manusia lupa untuk memaafkan sehingga diingatkannya pd pemampatan acara maf-maafan pd hari lebaran. sama seperti valentine kan? (yg tanpa kapitalisme dan konsumtivisme)

memaafkan jg berarti ingat bahwa kita saling berhubungan. saling meng-asal pada satu kesatuan yang abadi dan tunggal. menyatulah kita. kita tidak pernah menyatu selain saat semua telah mati. karena saat kita menyatu, Tuhan benar-benar tampak dari serpihan-serpihan kematian kita

God is me. I am God. So, when I die, Maybe i m gonna be His hand, His penis, His leg, His heart, etc. anything related to His Body. because God cut off His body to create a human life.

btw, ajarin g ngutak-ngatik blog, dong. kaga ngerti nihh!! blog ku hampa. sehampa hasrat yang memuncak untuk mengisi blog</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>begitulah dunia. bahkan Tuhan mengerti manusia lupa untuk memaafkan sehingga diingatkannya pd pemampatan acara maf-maafan pd hari lebaran. sama seperti valentine kan? (yg tanpa kapitalisme dan konsumtivisme)</p>
<p>memaafkan jg berarti ingat bahwa kita saling berhubungan. saling meng-asal pada satu kesatuan yang abadi dan tunggal. menyatulah kita. kita tidak pernah menyatu selain saat semua telah mati. karena saat kita menyatu, Tuhan benar-benar tampak dari serpihan-serpihan kematian kita</p>
<p>God is me. I am God. So, when I die, Maybe i m gonna be His hand, His penis, His leg, His heart, etc. anything related to His Body. because God cut off His body to create a human life.</p>
<p>btw, ajarin g ngutak-ngatik blog, dong. kaga ngerti nihh!! blog ku hampa. sehampa hasrat yang memuncak untuk mengisi blog</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

