<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kemanakah Substansi Bulan Ramadhan?</title>
	<atom:link href="http://syaldi.web.id/2009/09/kemanakah-substansi-bulan-ramadhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syaldi.web.id/2009/09/kemanakah-substansi-bulan-ramadhan/</link>
	<description>Bertanyalah, jangan pernah berhenti bertanya.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Jun 2010 19:28:19 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: H. Ery Subada</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/09/kemanakah-substansi-bulan-ramadhan/comment-page-1/#comment-356</link>
		<dc:creator>H. Ery Subada</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 11:41:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=1000#comment-356</guid>
		<description>Kemanakah Substansi Bulan Rhamadhan ?  Benar  sekali  apa yang  anda rasakan. Sebulan penuh kita harus menahan hawa nafsu, dimulai nafsu untuk tidak makan dan nafsu  tidak berhubungan. Kalau kita mengambil  hadist Rosulluloh SAW. yang artinya : Betapa banyak orang yang menjalankan ibadah puasa tapi hasilnya hanya menahan lapar dan haus. Mereka tidak mendapatkan apa2 dari Allah SWT.  Kalau kita mengambil hadist tersebut bahwa puasa tidak hanya menahan untuk tidak makan dan minum tapi juga bagaimana kita harus mampu menahan hal-hal yang tidak baik.  Salah satu contoh Ghibah (membicarakan aib orang lain), menfitnah dan lain sebagainya. Tapi banyak diantara kita hanya puasa phisik tapi tidak puasa menahan amarah. Kesalahan yang paling fatal adalah bagaimana kita setiap harinya disuguhi hal-hal yang tidak mendidik dalam setiap acara tayangan TV. Hampir semua stasiun berlomba-lomba melihat bagaimana para selebriti tersebut menjalankan ibadah puasa yang tidak Islami. Untuk itu kita tidak  perlu jauh-jauh melihat fenomena sosial yang saat ini terjadi dimasyarakat kita, bagaimana mereka banyak melakukan konsumerisme dihari raya tersebut dengan mengatasnamakan hari kemenangan. Padahal Rosulloh SAW tidak pernah mengajarkan bahwa setiap merayakan kemenangan harus membeli baju baru, tapi yang dia ajarkan adalah memakai baju yang paling baik yang beliau miliki. Ada satu riwayat dimana ada seorang anak kecil yang pada saat lebaran tampak sedih diantara kerumunan anak-anak yang bergembira, beliau Rosulloh SAW mendekati sambil bertanya &quot;kenapa ananda menangis&quot; jawab anak tersebut &quot; ayahku telah tiada, beliau meninggal pada saat ikut berperang dijalan Allah. Jadi saat ini saya yatim, tidak memiiliki ayah yang mampu membelikan baju untukku. akhirnya Rosululloh SAW memeluk anak tersebut sambil berucap maukah engkau jadi anakku. Dari sekelumit cerita tersebut barangkali lebih baik kita merenung sejenak apakah dihari yang Fitri kita telah peduli dengan anak-anak yatim ?.  Untuk itulah saya sekali lagi mengajak saudaraku Syaldi dan umat Islam lainnya lebih baik saling mengingatkan dari pada sifatnya menyalahkan fenomena yang terjadi dimasyrakat kita. Watawasowbil haq watawashowbil sobri. Saling menasehati diantara kita semua. Kata Allah dalam firmannya &quot; KUU ANGFUSAKUM WA AHLIKUM NAARO &quot; Jagalah keluargamu dari siksa api neraka. Kita jaga anak-anak kita dan istri kita dari hal-hal yang tidak baik. Jadikanlah keluarga kita sebagai keluarga  yang sakinah, baik dimata Allah dan baik dimata manusia. Kalau semua orang berpegang teguh dengan ayat diatas Insya  Allah umat islam akan  menjadi umat yang paling baik. (Khoru Ummah).  Negara akan baik tergantung bagaimana setiap kepala rumah tangga mampu mendidik anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. Mohon maaf bila kata-kata yang tidak baik, yang baik semata-mata datangnya dari Allah SWT dan yang jelek karena saya selaku manusia yang dhoif (lemah).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kemanakah Substansi Bulan Rhamadhan ?  Benar  sekali  apa yang  anda rasakan. Sebulan penuh kita harus menahan hawa nafsu, dimulai nafsu untuk tidak makan dan nafsu  tidak berhubungan. Kalau kita mengambil  hadist Rosulluloh SAW. yang artinya : Betapa banyak orang yang menjalankan ibadah puasa tapi hasilnya hanya menahan lapar dan haus. Mereka tidak mendapatkan apa2 dari Allah SWT.  Kalau kita mengambil hadist tersebut bahwa puasa tidak hanya menahan untuk tidak makan dan minum tapi juga bagaimana kita harus mampu menahan hal-hal yang tidak baik.  Salah satu contoh Ghibah (membicarakan aib orang lain), menfitnah dan lain sebagainya. Tapi banyak diantara kita hanya puasa phisik tapi tidak puasa menahan amarah. Kesalahan yang paling fatal adalah bagaimana kita setiap harinya disuguhi hal-hal yang tidak mendidik dalam setiap acara tayangan TV. Hampir semua stasiun berlomba-lomba melihat bagaimana para selebriti tersebut menjalankan ibadah puasa yang tidak Islami. Untuk itu kita tidak  perlu jauh-jauh melihat fenomena sosial yang saat ini terjadi dimasyarakat kita, bagaimana mereka banyak melakukan konsumerisme dihari raya tersebut dengan mengatasnamakan hari kemenangan. Padahal Rosulloh SAW tidak pernah mengajarkan bahwa setiap merayakan kemenangan harus membeli baju baru, tapi yang dia ajarkan adalah memakai baju yang paling baik yang beliau miliki. Ada satu riwayat dimana ada seorang anak kecil yang pada saat lebaran tampak sedih diantara kerumunan anak-anak yang bergembira, beliau Rosulloh SAW mendekati sambil bertanya &#8220;kenapa ananda menangis&#8221; jawab anak tersebut &#8221; ayahku telah tiada, beliau meninggal pada saat ikut berperang dijalan Allah. Jadi saat ini saya yatim, tidak memiiliki ayah yang mampu membelikan baju untukku. akhirnya Rosululloh SAW memeluk anak tersebut sambil berucap maukah engkau jadi anakku. Dari sekelumit cerita tersebut barangkali lebih baik kita merenung sejenak apakah dihari yang Fitri kita telah peduli dengan anak-anak yatim ?.  Untuk itulah saya sekali lagi mengajak saudaraku Syaldi dan umat Islam lainnya lebih baik saling mengingatkan dari pada sifatnya menyalahkan fenomena yang terjadi dimasyrakat kita. Watawasowbil haq watawashowbil sobri. Saling menasehati diantara kita semua. Kata Allah dalam firmannya &#8221; KUU ANGFUSAKUM WA AHLIKUM NAARO &#8221; Jagalah keluargamu dari siksa api neraka. Kita jaga anak-anak kita dan istri kita dari hal-hal yang tidak baik. Jadikanlah keluarga kita sebagai keluarga  yang sakinah, baik dimata Allah dan baik dimata manusia. Kalau semua orang berpegang teguh dengan ayat diatas Insya  Allah umat islam akan  menjadi umat yang paling baik. (Khoru Ummah).  Negara akan baik tergantung bagaimana setiap kepala rumah tangga mampu mendidik anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. Mohon maaf bila kata-kata yang tidak baik, yang baik semata-mata datangnya dari Allah SWT dan yang jelek karena saya selaku manusia yang dhoif (lemah).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
