Bagaimana Pelanggaran HAM Terjadi ?

Syaldi Sahude

Hidup dengan berbagai pertanyaan, itulah aku. Pernah menjadi kuli panggul di Tn. Abang membuatku tahu kehidupan buruh. Pernah menjadi bagian eksekutif muda yang membuatku muak. Akhirnya si botak memilih menjadi seorang Ronin di dunia masyarakat sipil...!

You may also like...

2 Responses

  1. IwingMusic says:

    Penyebaran kebencian yang dilakukan oleh FPI terhadap Ahmadiyah dengan mengeluarkan seruan bahwa “halal darah Ahmadiyah” ditumpahkan.

    Betul (bg hukum negara). Namun ingat, sdhkah negara mnjalankan hukumnya (kewajiban untuk menghormati) Islam sbg agama yg “Tidak dapat diambil oleh siapapun” sperti yg anda jelaskan mengenai Apa itu Hak Asasi Manusia? dlm hal ini “negara telah gagal untuk memenuhi salah satu diantara tiga kewajibannya: kewajiban untuk menghormati” Islam sbg agama yg “Tidak dapat diambil oleh siapapun”. Stiap org bebas “memeluk” bkn “mengambil/mencomot/merusak/meng’ada-ada” Islam.

    Semuanya sperti yg sdh anda jelaskan. Sy bkn FPI tp sbaiknya anda memberikan contoh yg relevant tanpa memutus kaitannya thd suatu hal atas suatu peristiwa.

  2. Terima kasih atas tanggapan anda. Prinsip dalam hak asasi manusia adalah zero tolerance terhadap kekerasan. Tidak ada satupun pembenaran yang dapat digunakan untuk melakukan kekerasan. Konteks penghormatan di dalam wacana hak asasi manusia adalah peran negara seharusnya pasif, tidak ikut mencampuri. Jadi argumen yang anda gunakan menjadi tidak tepat. Urusan akidah dan fiqih yang selama ini dipertentangkan dalam isu Ahmadiyah adalah wilayah interpertasi yang bukan menjadi domain negara. Warga Ahmadiyah (atau apapun keyakinanannya) adalah warga negara Indonesia yang wajib dilindungi oleh negara.

    Ajaran kebencian adalah salah satu pelanggaran HAM apalagi jika terbukti kemudian memicu terjadinya kekerasan yang menjatuhkan korban tanpa tindakan Negara dalam menghentikan ajaran kebencian tersebut. Untuk hal ini, aku tidak usah membuktikan karena beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini sudah cukup menjadi basis argumen bahwa negara sudah gagal melindungi warganya. So, sampai saat ini aku masih melihat kaitannya dengan sangat jelas. Semoga menjelaskan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *