<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>House of Question &#187; Coretan</title>
	<atom:link href="http://syaldi.web.id/category/kamar/coretan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syaldi.web.id</link>
	<description>Bertanyalah, jangan pernah berhenti bertanya.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 12:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tik-Tok (2)</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2011/07/tik-tok-2/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2011/07/tik-tok-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2011 23:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=1083</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah kita adalah makhluk? Jangan-jangan itu hanya anggapan kita&#8230; Apakah interaksi harus selalu sesuai dengan norma? Padahal norma itu tak jelas ujung pangkalnya Apa itu prinsip? Bukankah itu hanya larik kata Tanpa makna, kata hanyalah kata Dia akan lekang oleh waktu Mungkin aku terikat sebagai elemen alam Saat aku hilang maka susunan alam berubah Apakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benarkah kita adalah makhluk?<br />
Jangan-jangan itu hanya anggapan kita&#8230;<br />
Apakah interaksi harus selalu sesuai dengan norma?<br />
Padahal norma itu tak jelas ujung pangkalnya</p>
<p>Apa itu prinsip?<br />
Bukankah itu hanya larik kata<br />
Tanpa makna, kata hanyalah kata<br />
Dia akan lekang oleh waktu</p>
<p>Mungkin aku terikat sebagai elemen alam<br />
Saat aku hilang maka susunan alam berubah</p>
<p>Apakah itu yang namanya terikat?<br />
Toh alam dapat menyesuaikan dirinya</p>
<p>Begitu juga manusia<br />
Hilang dan pergi, sama saja&#8230;</p>
<p>Jakarta, 8 Februari 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2011/07/tik-tok-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tik-Tok (1)</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2011/07/tik-tok-1/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2011/07/tik-tok-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2011 23:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=1081</guid>
		<description><![CDATA[Andai saja aku bisa menjadi orang itu Bebas, tanpa beban Merdeka, tanpa kesal Andai saja aku bisa di cap sakit jiwa Mungkin aku akan tertawa senang Aku tak lagi dipusingkan dengan persoalan Semua akan memandangku gila Padahal justru mereka lah yang gila Aku hanya membebaskan diri dari pasungan Badan yang memasung jiwa Menghilangkan substansi diriku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Andai saja aku bisa menjadi orang itu<br />
Bebas, tanpa beban<br />
Merdeka, tanpa kesal</p>
<p>Andai saja aku bisa di cap sakit jiwa<br />
Mungkin aku akan tertawa senang<br />
Aku tak lagi dipusingkan dengan persoalan<br />
Semua akan memandangku gila<br />
Padahal justru mereka lah yang gila</p>
<p>Aku hanya membebaskan diri dari pasungan<br />
Badan yang memasung jiwa<br />
Menghilangkan substansi diriku<br />
Mereka sebut itu gila</p>
<p>Apakah kau berpikir hal yang sama?</p>
<p>Jakarta, 8 Februari 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2011/07/tik-tok-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Adalah Setan!</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/08/aku-adalah-setan/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2009/08/aku-adalah-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 22:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=988</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah pendosa! Tak pernah sekalipun kujalankan perintah mereka Tak kudengarkan ajaran kebencian yang mereka berikan Saat aku tanya mereka, itukah ajaran dari agama? Mereka bilang, aku adalah pendosa! Aku adalah kafir! Saat aku menolak fatwa mereka yang konyol Saat aku bicara tentang kebebasan sebagai manusia Saat aku berpihak pada mereka yang ditindas oleh penguasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku adalah pendosa!<br />
Tak pernah sekalipun kujalankan perintah mereka<br />
Tak kudengarkan ajaran kebencian yang mereka berikan<br />
Saat aku tanya mereka, itukah ajaran dari agama?<br />
Mereka bilang, aku adalah pendosa!</p>
<p>Aku adalah kafir!<br />
Saat aku menolak fatwa mereka yang konyol<br />
Saat aku bicara tentang kebebasan sebagai manusia<br />
Saat aku berpihak pada mereka yang ditindas oleh penguasa<br />
Saat aku mempunyai ideologi yang berseberangan dengan mereka<br />
Saat aku bertanya, apakah mereka punya hak untuk menindas manusia lainnya?<br />
Mereka bilang, aku adalah kafir!</p>
<p>Aku adalah pelacur!<br />
Saat bekerja menggunakan akal dan nuraniku<br />
Saat menulis tentang kebusukan mereka<br />
Saat duduk damai bersama dengan para kafir<br />
Saat aku bertanya, apakah mereka tidak pernah mencicipi karya dari para kafir?<br />
Mereka bilang, aku adalah pelacur!</p>
<p>Aku adalah setan!<br />
Saat mengajak orang lain untuk mempertanyakan keberadaan mereka<br />
Saat mempertanyakan tentang ketidakadilan<br />
Saat memberikan realita yang berbeda<br />
Saat aku bertanya, mengapa aku harus mengakui mereka<br />
Mereka bilang, aku adalah setan!</p>
<p>Aku adalah asumsi dalam asumsi-asumsi mereka<br />
Aku adalah realita dalam realita-realita mereka<br />
Aku adalah fakta yang ingin dihilangkan demi kemaslahatan umat<br />
Itu kata mereka&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2009/08/aku-adalah-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertanda&#8230;</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/05/pertanda/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2009/05/pertanda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 14:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=930</guid>
		<description><![CDATA[Apakah ini pertanda? Mungkin! Tapi apa perlunya pertanda jika pikiran sudah tak mampu lagi bekerja? Bukankah sedari dulu merindukannya hingga membuat napas terengah-engah mengejar waktu? Mengapa sekarang bertanya tentang sebuah pertanda? Lalu apakah itu? Mungkihkah itu lembah tak berdasar? Ataukah ibarat laut tak berdasar dengan palung terdalam? Mungkin juga benar kata sang sufi, tapi pentingkah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah ini pertanda? Mungkin! Tapi apa perlunya pertanda jika pikiran sudah tak mampu lagi bekerja? Bukankah sedari dulu merindukannya hingga membuat napas terengah-engah mengejar waktu? Mengapa sekarang bertanya tentang sebuah pertanda?</p>
<p>Lalu apakah itu? Mungkihkah itu lembah tak berdasar? Ataukah ibarat laut tak berdasar dengan palung terdalam? Mungkin juga benar kata sang sufi, tapi pentingkah itu? Bukankah semuanya hanya dalam cita-cita makhluk yang fana? Tepat!</p>
<p>Mengapa badan ini terasa membeku? Mungkin darah sudah terlalu kental? Badan ini sudah tak mengikuti rima pikiran yang semakin telanjang&#8230; Perlukah ku injeksikan dengan norma agar tak telanjang? Mengapa kemudian menjadi tak nyaman rasanya di badan dengan norma? Lalu bagaimana dengan dogma? Semuanya tak penting!</p>
<p>Lalu mengapa sekarang gelisah? Semuanya tak berakhir begitu saja bukan? Tentu saja! Tapi apakah semuanya sudah berarti? Apakah titik itu sudah mencerahkan? Atau titik itu sudah menjadi noda di tembok kehidupan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2009/05/pertanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duduk, Diam dan Termenung</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/05/duduk-diam-dan-termenung/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2009/05/duduk-diam-dan-termenung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 20:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=888</guid>
		<description><![CDATA[Duduk, terdiam dan merenung Mencoba menata semua indera di tubuh ini Tidak ada yang salah Semua berfungsi sesuai dengan tugasnya Ternyata pikiran ini yang tidak beres Saat keinginan berseteru dengan rasa Gejolak itu terasa hingga pembuluh darah Memompa jantung hingga adrenalin tak terkendali Titik air hujan tak mampu membendungnya Proses tak terlupakan namun tak mampu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Duduk, terdiam dan merenung<br />
Mencoba menata semua indera di tubuh ini<br />
Tidak ada yang salah<br />
Semua berfungsi sesuai dengan tugasnya<br />
Ternyata pikiran ini yang tidak beres</p>
<p>Saat keinginan berseteru dengan rasa<br />
Gejolak itu terasa hingga pembuluh darah<br />
Memompa jantung hingga adrenalin tak terkendali<br />
Titik air hujan tak mampu membendungnya<br />
Proses tak terlupakan namun tak mampu mengurainya<br />
Duduk, diam dan termenung<br />
Mencoba mengurainya dengan rasa</p>
<p>Pandangan ini mencoba ke depan<br />
Terlalu banyak persimpangan yang perlu kulalui<br />
Sial, mana yang harus dilalui?<br />
Dua sisi sejajar<br />
Semuanya sama!<br />
Kosong!</p>
<p>Mengapa sang amuk datang?<br />
Bukankan itu pilihan?<br />
Menjaga realita tetap menjadi kebenaran<br />
Agar ruang tersebut tetap terisi!<br />
Agar ide tetap terjaga!</p>
<p>Lalu apa yang tersisa?<br />
Ternyata aku tetap pada di sini<br />
Duduk, diam dan termenung<br />
Masih ditemani hujan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2009/05/duduk-diam-dan-termenung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Last letter</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/01/my-last-letter/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2009/01/my-last-letter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 12:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[English Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syaldi.web.id/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Hello, my friend Maybe this is my last letter for you my truly friend Now, I am in bored world Please read it to all people… If I die tomorrow….. Please tell to them…. That I die for what I believe So, let me rest in my eternal sleep….! Don’t cry, and never cry if [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hello, my friend<br />
Maybe this is my last letter for you my truly friend<br />
Now, I am in bored world<br />
Please read it to all people…</p>
<p>If I die tomorrow…..<br />
Please tell to them….<br />
That I die for what I believe<br />
So, let me rest in my eternal sleep….!</p>
<p>Don’t cry, and never cry if I’m gone someday..<br />
Don’t let my soul full with your worries<br />
If there is a God,<br />
Bring me to the end of the place in this world</p>
<p>We are a humble man on the world<br />
Filled with emotion, desire, and diseases<br />
Don’t laughing yourself when you know it..<br />
Don’t shame to your self when you know it<br />
We all the same, aren’t…?</p>
<p>This is the last word from me…<br />
Let the peace fill your heart…<br />
Bye and see you….</p>
<p>Write: No date in 2000</p>
<p>Inspired by Dream Theater</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2009/01/my-last-letter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sial&#8230;!</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2008/12/sial/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2008/12/sial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 22:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syaldi.web.id/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Sial&#8230;! Rasa sepi itu menyergapku lagi Dia datang dari belakang, depan dan sampingku Menyerangku membabi buta Seakan tak peduli apa yang kurasakan di malam ini Tumpukan buku di pojok kamar Tak mampu membuatku mengusirnya Alunan musik yang menghentak Justru mengajakku makin tenggelam di dalamnya Sial..! Aku terpaksa mengucapkan sepotong kalimat Frasa yang tak pernah terpikir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sial&#8230;!<br />
Rasa sepi itu menyergapku lagi<br />
Dia datang dari belakang, depan dan sampingku<br />
Menyerangku membabi buta<br />
Seakan tak peduli apa yang kurasakan di malam ini</p>
<p>Tumpukan buku di pojok kamar<br />
Tak mampu membuatku mengusirnya<br />
Alunan musik yang menghentak<br />
Justru mengajakku makin tenggelam di dalamnya</p>
<p>Sial..!<br />
Aku terpaksa mengucapkan sepotong kalimat<br />
Frasa yang tak pernah terpikir oleh generator otak<br />
Meluncur dari kerongkonganku dengan tersendat<br />
Membuat lidahku kelu, otak mati sesaat</p>
<p>Mataku tak dapat kupejamkan<br />
Larik bait ini tertulis saat ingin mengusir sepi dan sesal<br />
Tak bisa membuat jantung berdegup normal<br />
Laju adrenalin tak beraturan<br />
Ingin rasanya meledakkannya dalam tangis</p>
<p>Sudahlah, aku kan tata kembali langkah<br />
Kuajak sang sepi duduk disamping menemani<br />
Mudah-mudahan dia teman yang baik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2008/12/sial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhir Ramadhan&#8230;</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2008/10/akhir-ramadhan/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2008/10/akhir-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 17:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syaldi.web.id/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Takbir sudah terdengar Penanda bulan Ramadhan segera berakhir Akhir Ramadhan Saatnya mendengarkan takbir dan takhmid yang sejuk Mengapa suaranya terdengar aneh dari pengeras suara itu Tanpa irama, tak ada keindahan Hanya suara menganggu telinga Akhir Ramadhan Saatnya melihat kembali kemiskinan di sekeliling Tak ada yang berubah katanya Dia masih di kolong itu, tetap miskin Sendiri, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Takbir sudah terdengar<br />
Penanda bulan Ramadhan segera berakhir</p>
<p>Akhir Ramadhan<br />
Saatnya mendengarkan takbir dan takhmid yang sejuk<br />
Mengapa suaranya terdengar aneh dari pengeras suara itu<br />
Tanpa irama, tak ada keindahan<br />
Hanya suara menganggu telinga</p>
<p>Akhir Ramadhan<br />
Saatnya melihat kembali kemiskinan di sekeliling<br />
Tak ada yang berubah katanya<br />
Dia masih di kolong itu, tetap miskin<br />
Sendiri, tak ada ketupat, tak ada opor</p>
<p>1 Syawal<br />
Waktu untuk memaafkan<br />
Begitu pendendamkah kita?<br />
Sehingga harus ada bulan untuk memaafkan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2008/10/akhir-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam itu…</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2007/07/malam-itu%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2007/07/malam-itu%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 08:54:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.wordpress.com/2007/07/25/malam-itu%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[00.00 am Saat hampir semua manusia terlelap Ditengah malam sepi mengigit Saat manusia makin asyik Bercanda dengan mimpi-mimpi indah mereka 00.15 am Aku masih terjaga sendiri Terjebak dalam ruang semu Bergelut dengan lamunan kosong Tenggelam dalam alam khayalku 00.27 am Cecak mengalunkan irama pasti Mengiringi lamunanku malam ini Jam berdetak dengan pasti Seiring dengan degup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>00.00 am<br />
Saat hampir semua manusia terlelap<br />
Ditengah malam sepi mengigit<br />
Saat manusia makin asyik<br />
Bercanda dengan mimpi-mimpi indah mereka</p>
<p>00.15 am<br />
Aku masih terjaga sendiri<br />
Terjebak dalam ruang semu<br />
Bergelut dengan lamunan kosong<br />
Tenggelam dalam alam khayalku</p>
<p>00.27 am<br />
Cecak mengalunkan irama pasti<br />
Mengiringi lamunanku malam ini<br />
Jam berdetak dengan pasti<br />
Seiring dengan degup jantung ini</p>
<p>01.00 am<br />
Sang Penguasa waktu……<br />
Seakan memutar roda waktu dengan perlahan<br />
Akupun makin tenggelam<br />
Terbuai dalam khayalan semu</p>
<p>01.20 am<br />
Otakku lelah, lemas, letih ,lesu<br />
Kelopak mataku seakan menguncup<br />
Angin malam bertiup sendu<br />
Menerpa wajah kuyu ini sekejap</p>
<p>01.50 am<br />
Kurebahkan badanku di pembaringan<br />
Kututup mataku perlahan<br />
Berharap Sang Dewi mimpi datang<br />
Membawaku ke alam mimpi</p>
<p>05.00 am<br />
Azan shubuh terdengar merdu<br />
Dari sebuah langgar<br />
Matahari telah menampakkan wajahnya<br />
Menuntaskan sinetron mimpi indah</p>
<p>Aku terjaga sambil tersenyum<br />
&#8220;Selamat pagi … dunia yang kejam&#8221;</p>
<p>Syaldi, 17 November 1999. 02.00-05.00 am</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2007/07/malam-itu%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belum waktunya anakku……</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2007/06/belum-waktunya-anakku%e2%80%a6%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2007/06/belum-waktunya-anakku%e2%80%a6%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2007 02:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.wordpress.com/2007/06/11/belum-waktunya-anakku%e2%80%a6%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[Belum waktunya anakku…….. Untuk kau mengenal dunia ini Kau seperti pucuk daun di dahan itu Dunia tak seindah sinetron di TV Belum waktunya anakku…….. Kau melihat ke atas sana Di sana bukan kita Terlalu banyak orang dan intrik kotor Belum waktunya anakku…….. Turunkan mukamu…… jangan kau tatap dia Jangan kau lawan tirani itu Dia masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum waktunya anakku……..<br />
Untuk kau mengenal dunia ini<br />
Kau seperti pucuk daun di dahan itu<br />
Dunia tak seindah sinetron di TV</p>
<p>Belum waktunya anakku……..<br />
Kau melihat ke atas sana<br />
Di sana bukan kita<br />
Terlalu banyak orang dan intrik kotor</p>
<p>Belum waktunya anakku……..<br />
Turunkan mukamu…… jangan kau tatap dia<br />
Jangan kau lawan tirani itu<br />
Dia masih seperti sebuah karang</p>
<p>Belum waktunya anakku……..<br />
Kau bercita-cita ke depan<br />
Mimpimu masih banyak yang terlewatkan<br />
Resapi dulu mimpi-mimpi itu</p>
<p>Belum waktunya anakku……..<br />
Jangan silau dengan harta duniawi<br />
Itu bumerang maut untuk kita<br />
Itu membuat lupa siapa kita</p>
<p>Belum waktunya anakku……..<br />
Berteriak lantang tentang kemanusiaan<br />
Kau belum sempurna seorang manusia<br />
Manusia sendiri kadang tak tahu dia adalah manusia</p>
<p>Sudahlah……sekarang ……<br />
Cuci kakimu, cuci tanganmu, lanjutkan dulu tidurmu<br />
Ibu disampingmu…masamu akan datang<br />
Simpanlah semangatmu itu<br />
Belum waktunya anakku……..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2007/06/belum-waktunya-anakku%e2%80%a6%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

