Coretan

Kata-kata yang muncul dari pikiran yang ingin merdeka

My Last letter

1

Hello, my friend Maybe this is my last letter for you my truly friend Now, I am in bored world Please read it to all people…

If I die tomorrow….. Please tell to them…. That I die for what I believe So, let me rest in my eternal sleep….!

Don’t cry, and never cry if I’m gone someday.. Don’t let my soul full with your worries If there is a God, Bring me to the end of the place in this world

We are a humble man on the world Filled with emotion, desire, and diseases Don’t laughing yourself when you know it.. Don’t shame to your self when you know it We all the same, aren’t…?

This is the last word from me… Let the peace fill your heart… Bye and see you….

Write: No date in 2000

Inspired by Dream Theater

Sial…!

0

Sial…! Rasa sepi itu menyergapku lagi Dia datang dari belakang, depan dan sampingku Menyerangku membabi buta Seakan tak peduli apa yang kurasakan di malam ini

Tumpukan buku di pojok kamar Tak mampu membuatku mengusirnya Alunan musik yang menghentak Justru mengajakku makin tenggelam di dalamnya

Sial..! Aku terpaksa mengucapkan sepotong kalimat Frasa yang tak pernah terpikir oleh generator otak Meluncur dari kerongkonganku dengan tersendat Membuat lidahku kelu, otak mati sesaat

Mataku tak dapat kupejamkan Larik bait ini tertulis saat ingin mengusir sepi dan sesal Tak bisa membuat jantung berdegup normal Laju adrenalin tak beraturan Ingin rasanya meledakkannya dalam tangis

Sudahlah, aku kan tata kembali langkah Kuajak sang sepi duduk disamping menemani Mudah-mudahan dia teman yang baik

Akhir Ramadhan…

2

Takbir sudah terdengar Penanda bulan Ramadhan segera berakhir

Akhir Ramadhan Saatnya mendengarkan takbir dan takhmid yang sejuk Mengapa suaranya terdengar aneh dari pengeras suara itu Tanpa irama, tak ada keindahan Hanya suara menganggu telinga

Akhir Ramadhan Saatnya melihat kembali kemiskinan di sekeliling Tak ada yang berubah katanya Dia masih di kolong itu, tetap miskin Sendiri, tak ada ketupat, tak ada opor

1 Syawal Waktu untuk memaafkan Begitu pendendamkah kita? Sehingga harus ada bulan untuk memaafkan

Malam itu…

2

00.00 am Saat hampir semua manusia terlelap Ditengah malam sepi mengigit Saat manusia makin asyik Bercanda dengan mimpi-mimpi indah mereka

00.15 am Aku masih terjaga sendiri Terjebak dalam ruang semu Bergelut dengan lamunan kosong Tenggelam dalam alam khayalku

00.27 am Cecak mengalunkan irama pasti Mengiringi lamunanku malam ini Jam berdetak dengan pasti Seiring dengan degup jantung ini

01.00 am Sang Penguasa waktu…… Seakan memutar roda waktu dengan perlahan Akupun makin tenggelam Terbuai dalam khayalan semu

01.20 am Otakku lelah, lemas, letih ,lesu Kelopak mataku seakan menguncup Angin malam bertiup sendu Menerpa wajah kuyu ini sekejap

01.50 am Kurebahkan badanku di pembaringan Kututup mataku perlahan Berharap Sang Dewi mimpi datang Membawaku ke alam mimpi

05.00 am Azan shubuh terdengar merdu Dari sebuah langgar Matahari telah menampakkan wajahnya Menuntaskan sinetron mimpi indah

Aku terjaga sambil tersenyum “Selamat pagi … dunia yang kejam”

Syaldi, 17 November 1999. 02.00-05.00 am

Belum waktunya anakku……

1

Belum waktunya anakku…….. Untuk kau mengenal dunia ini Kau seperti pucuk daun di dahan itu Dunia tak seindah sinetron di TV

Belum waktunya anakku…….. Kau melihat ke atas sana Di sana bukan kita Terlalu banyak orang dan intrik kotor

Belum waktunya anakku…….. Turunkan mukamu…… jangan kau tatap dia Jangan kau lawan tirani itu Dia masih seperti sebuah karang

Belum waktunya anakku…….. Kau bercita-cita ke depan Mimpimu masih banyak yang terlewatkan Resapi dulu mimpi-mimpi itu

Belum waktunya anakku…….. Jangan silau dengan harta duniawi Itu bumerang maut untuk kita Itu membuat lupa siapa kita

Belum waktunya anakku…….. Berteriak lantang tentang kemanusiaan Kau belum sempurna seorang manusia Manusia sendiri kadang tak tahu dia adalah manusia

Sudahlah……sekarang …… Cuci kakimu, cuci tanganmu, lanjutkan dulu tidurmu Ibu disampingmu…masamu akan datang Simpanlah semangatmu itu Belum waktunya anakku……..

Go to Top