Pertanyaan hari ini
Pertanyaan yang muncul di dalam kamarku
Hukuman Mati; Sebuah Dilema
7Aku adalah salah satu orang yang menolak penerapan hukuman mati di dunia khususnya di Indonesia. Salah satu alasanku adalah, tidak ada satupun orang di dunia ini yang dapat dicabut haknya begitu saja oleh manusia lainnya, walaupun itu negara!
Namun, dalam kondisi tertentu aku harus menghadapi dilema tentang hukuman mati. Kadang aku berpikir, sebaiknya orang-orang seperti pemerkosa tidak layak hidup jika dibandingkan dengan beban yang harus ditanggung oleh korban! Jangan lupa dengan para koruptor mengeruk uang rakyat dan menghilangkan kesempatan hidup banyak orang yang membutuhkan.
Ada teman yang mengemukakan alasan yang sangat ekonomis. “Ngapain gue bayarin (melalui pajak) hidup mereka? Bikin berat beban negara aja?”. Apakah alasan-alasan ini bisa diterima?
Bahasa Sulit tanpa Makna
0Saat ini, banyak penggiat HAM di Indonesia menggunakan berbagai bahasa yang cukup sulit dipahami oleh orang awam. Baik bahasa serapan maupun bahasa asing digunakan untuk menghias perbincangan dikalangan aktifis, aku pun juga berpartisipasi. Sebutlah ouput, advokasi, network, capacity building dan seterusnya adalah bahasa yang sering aku gunakan dalam.
Pertanyaannya kemudian; apakah bahasa tersebut dipahami betul oleh si pengucapnya? Benarkah istilah tersebut untuk menggambarkan apa yag kita pikirkan? Jangan-jangan, si pengucap sama sekali tidak paham namun menggunakannya karena ini membuat style-nya semakin ok?
Perlukah ‘Polisi’ Moral?
2Baru saja aku menyaksikan sebuah berita di sebuah TV Swasta tentang razia minuman keras dan judi yang dilakukan oleh ormas yang mengatasnamakan Forum Umat Islam (FUI) dan Forum Jihad Islam (FJI). Razia tersebut mereka lakukan karena sudah mendekati bulan suci Ramadahan serta adanya laporan dari masyarakat. Nah yang jadi pertanyaanku:
- Apakah polisi sudah tidak mampu melaksanakan tugasnya sehingga FUI dan FJI harus turun tangan?
- Bukankah tindakan tersebut adalah tindakan main hakim sendiri?
- JIka FUI dan FJI mendapat laporan dari masyrakat, mengapa mereka yang harus turun tangan? Bukankah bisa mereka sampaikan pada pihak kepolisian? Mungkinkah ini tindakan unjuk kekuatan semata untuk menjadi ‘polisi’ moral?
- Mengapa polisi tidak melakukan tindakan jika memang sudah ada laporan dari masyarakat? Ataukah justru polisi menjadi bekingnya?
Kekuasaan; mengapa begitu menggoda?
0Apakah kekuasan sedemikian menariknya sehingga setiap orang yang mendapatkan kesempatan akan segera merebutnya? Mengapa kekuasaan sedemikian penting sehingga orang sanggup mengorbankan manusia lainnya demi meraihnya? Mungkinkah itu adalah jalan untuk memperbaiki struktur sosial masyarakat? Atau sekedar memperkuat struktur sosial si manusianya? Apakah ini sebuah sifat dasar seorang manusia ataukah sekedar konstruksi budaya sehingga ‘orang bodoh’?
*refleksi melihat beberapa aktifis dan artis ikut nimbrung dalam caleg*
Gelar Habib?
0Mengapa seseorang bisa diberikan/menggunakan gelar Habib? Dari beberapa sumber, katanya itu untuk menegaskan bahwa yang bersangkutan adalah mempunyai garis keturunan dari Nabi Muhammad saw. Pertanyaannya, bagaimana seseorang bisa mengatakan dirinya sebagai seorang habib? Lalu apa ukurannya?


Komentar Anda