<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>House of Question &#187; Buku Bacaan</title>
	<atom:link href="http://syaldi.web.id/category/meja-kerja/buku-bacaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syaldi.web.id</link>
	<description>Bertanyalah, jangan pernah berhenti bertanya.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 12:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Benny dan Mice; 100 &#8216;Tokoh&#8217; yang Mewarnai Jakarta</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2008/08/benny-dan-mice-100-tokoh-yang-mewarnai-jakarta/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2008/08/benny-dan-mice-100-tokoh-yang-mewarnai-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 21:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[benny dan mice]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kartun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syaldi.web.id/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda mengaku tinggal atau mengaku warga asli Jakarta, maka anda wajib membaca buku yang mengulas wajah ibukota dari sudut pandang yang tidak biasa. Tidak sekedar lucu tapi kritis. Terasa seperti imajinasi tapi sangatlah nyata. Mungkin hanya kartun tapi itulah potret warga kota JakartaJudul: Benny dan Mice; 100 &#8216;Tokoh&#8217; yang Mewarnai Jakarta Gambar dan cerita: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda mengaku tinggal atau mengaku warga asli Jakarta, maka anda wajib membaca buku yang mengulas wajah ibukota dari sudut pandang yang tidak biasa. Tidak sekedar lucu tapi kritis. Terasa seperti imajinasi tapi sangatlah nyata. Mungkin hanya kartun tapi itulah potret warga kota Jakarta<span id="more-280"></span>Judul: Benny dan Mice; 100 &#8216;Tokoh&#8217; yang Mewarnai Jakarta<br />
Gambar dan cerita: Benny Rachmadi dan Muhammad Mirsad<br />
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)<br />
Halaman: 160</p>
<p><a class="flickr-image" title="100 tokoh jakarta.jpg" href="http://www.flickr.com/photos/19449578@N00/2784452747/"><img class="alignleft" style="border: 2px solid black; margin: 3px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2274/2784452747_aef4647aaa_t.jpg" alt="100 tokoh jakarta.jpg" width="72" height="90" /></a>Saat pertama melihat buku ini tergeletak di meja rekan kerjaku, rasa penasaran menyerang. Kira-kira apa isinya dan bagaimana jalan ceritanya. Apa yang dia maksud dengan &#8216;tokoh&#8217; di Jakarta? Apakah dia bermaksud mengangkat cerita tentang para elit yang berkuasa di Jakarta? Atau mungkin lainnya&#8230; Hmm&#8230;seandainya buku tersebut tidak tersegel oleh plastik, pasti sudah aku baca!</p>
<p>Aku mengetahui kartun Beny dan Mice dari Koran Kompas yang terbit hari minggu. Tidak lebih dan tidak kurang. Selama aku membacanya, cerita benny dan mice  memang tentang keseharian manusia. Gaya satir yang dipakai oleh kedua kartunis ini sangat terasa namun tidak menghilangkan humor itu sendiri. Daripada penasaran, aku langsung memesan buku ini melalui seorang teman.</p>
<p>Dalam beberapa jam, buku ini sudah berada di tangan. Sudah saatnya menghilangkan rasa penasaran! Aku hanya membutuhkan waktu membaca selama 20 menit untuk menyelesaikannya. Sembari membaca, senyum dan tawa sebagai ekspresi bergantian menghias wajahku. Sungguh hebat kedua kartunis dalam mengolah cerita hingga menjadi sebuah buku yang menarik.</p>
<p><strong>Mereka yang hidup di Jakarta.</strong></p>
<p>Asumsi awal bahwa buku ini membahas tentang tokoh Jakarta yang terkenal seperti politisi dan public figure seketika buyar. Buku ini justru memotret kehidupan warga Jakarta dalam kesehariannya. Beny dan Mice mendaulat mereka sebagai &#8216;tokoh&#8217; yang mewarnai kehidupan kota Jakarta dengan beragam perilaku dan gaya.</p>
<p>Celetukan yang nakal seolah menjadi &#8216;senjata&#8217; untuk menohok kita yang sedang membaca. Aku yakin, sebagaian dari pembaca buku ini terefleksikan dengan gambar yang disuguhkan. Buku ini mampu memotret realita kehidupan dengan cukup detil.</p>
<p>Salah satu gambar yang menarik perhatianku adalah penggambaran tokoh anggota DPR yang mampu menggambarkan gaya anggota DPR sekarang. Hidup mewah dengan berbagai tunjangan, sok peduli pada rakyat (padahal nggak), selalu pakai gadget terbaru padahal gagap teknologi dan pintar ngomong.</p>
<p>&#8216;Tokoh&#8217; lain yang diangkat adalah pedagang yang digusur oleh Satpol PP. Walaupun ada keinginan untuk tertawa melihat kartunnya, namun tidak bisa saat membayangkan dalam kehidupan sebenarnya. Pedagang kaki lima dan asongan harus berjuang untuk menghindar saat Satpol PP (yang sehari-harinya memungut retribusi, katanya) mengejar, menendang bahkan memukul mereka. Eh, tidak cukup samapi di situ, barang dagangan ikut ditilap.</p>
<p>Satir adalah bahasa yang tepat! Beny dan Mice mengajak kita untuk menertawai sebuah ironi dan kondisi yang kita hadapi sehari-hari melalui ceritanya. <em>So, you must read this book</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2008/08/benny-dan-mice-100-tokoh-yang-mewarnai-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gen Si Kaki Ayam; Kisah Hancurnya Hiroshima</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2008/08/gen-si-kaki-ayam-kisah-hancurnya-hiroshima/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2008/08/gen-si-kaki-ayam-kisah-hancurnya-hiroshima/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 06:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[Enola Bay]]></category>
		<category><![CDATA[gen]]></category>
		<category><![CDATA[gen si kaki ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Hadashi No Gen]]></category>
		<category><![CDATA[hiroshima]]></category>
		<category><![CDATA[keiji nakazawa]]></category>
		<category><![CDATA[Komik]]></category>
		<category><![CDATA[YOI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syaldi.web.id/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Aku ingat betul kali pertama membaca komik ini. Saat itu aku masih aktif di Posko Tim Relawan Ps. Minggu. Seorang teman meminjamkannya kepadaku beberapa. Membaca komik ini seakan membuatku membaca sebuah buku sejarah tentang tragedi Hiroshima. Aku larut membaca hingga 6 seri. Sayangnya, keterbatasan uang saat itu membuatku harus berhenti membacanya&#8230; Tanpa sengaja aku teringat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="flickr-image" title="230px-BarefootGen.JPG" href="http://www.flickr.com/photos/19449578@N00/2765888356/"><img class="alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 3px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3209/2765888356_271f2042f1_t.jpg" alt="230px-BarefootGen.JPG" width="75" height="100" /></a>Aku ingat betul kali pertama membaca komik ini. Saat itu aku masih aktif di Posko Tim Relawan Ps. Minggu. Seorang teman meminjamkannya kepadaku beberapa. Membaca komik ini seakan membuatku membaca sebuah buku sejarah tentang tragedi Hiroshima. Aku larut membaca hingga 6 seri. Sayangnya, keterbatasan uang saat itu membuatku harus berhenti membacanya&#8230;</p>
<p>Tanpa sengaja aku teringat kembali tentang komik ini saja menonton sebuah film dokumenter tentang Hiroshima. Setelah seharian mencari informasinya, aku menemukan nama penerbit buku ini. Beruntung, stok komik ini masih lengkap walaupun beberapa serinya sudah agak kusam.<span id="more-196"></span></p>
<p>Judul Buku        : Gen Si Kaki Ayam; Kisah Hancurnya Hiroshima (Hadashi no Gen)<br />
Penulis             : Keiji Nakazawa<br />
Penerbit           : Yayasan Obor Indonesia, September 2003<br />
Jumlah halaman     : 20 Edisi<br />
Jenis buku        : Komik</p>
<p>&#8220;Gen, jadilah gandum walaupun terinjak-terinjak tapi tetap tumbuh dan bertunas&#8221;</p>
<p>Ringkasan:<br />
<img class="alignright" style="border: 3px solid black; margin: 5px;" title="Gen Si Kaki Ayam" src="http://www.obor.or.id/Images/Buku/979-461-249-9.jpg" alt="" width="90" height="126" />Komik yang terdiri dari 20 seri ini mengisahkan tentang kisah kehidupan Gen Nakaoka di masa Tragedi bom atom di Hiroshima. Saat berumur 7 tahun, Gen suda harus kehilangan sebagian keluarganya akibat bom tersebut. Dia harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah situasi yang tidak berprikemanusiaan. Kehidupan tersebut membentuk sebagai individu yang sangat membenci peperangan yang diagungkan oleh sebagian besar masyarakat Jepang saat itu.</p>
<p>Komik ini diawali kisah keluarga Gen Nakaoka yang bahagia. Walaupun pada masa itu perang pasifik sedang berkecamuk dengan hebat, kesulitan yang mereka hadapi bisa mereka tertawakan dengan kelakukan Gen. Ayahnya adalah seorang pembuat sandal khas Jepang yang sangat anti akan peperangan. Ibunya seorang perempuan yang selalu mengasihi Gen dan saudaranya. Seperti anak lainnya, kebandelan Gen terkadang merepotkan orang tuanya. Namun, kebandelan tersebut juga membuat kedua orang tuanya harus menahan tawa.</p>
<p>Bom Little Boy yang dijatuhkan oleh pesawat Amerika Serikat yang bernama Enola Gay pada 14 Agustus 1945 di Hiroshima membuat kehidupan Gen berubah. Dia harus kehilangan ayah, kakak dan adiknya. Tidak lama berselang, adiknya yang baru lahir dan ibunya juga berpulang. Hanya tinggal kakaknya yang saat itu sedang ikut berperang di pasifik yang tertinggal namun tidak ada kabarnya. Semangatnya untuk bertahan telah membawanya pada petualangan yang membuatnya makin dewasa. Pertemuannya dengan banyak orang telah membuatnya semakin tersadar bahwa perang hanya membuat manusia menjadi menderita.</p>
<p>Pertemuan Gen dengan Ryuta dengan beberapa anak lainnya memberikan persahabatan yang abadi. Kondisi senasib yang membuat mereka semakin dekat seperti seorang saudara kandung. Ryuta yang terkenal keras kerap kali membuatnya berurusan dengan pihak berwajib untuk membela dirinya dan Gen. Jika ada orang yang berani menyentuh atau mengganggu &#8216;saudaranya&#8217;, Ryuta tidak segan untuk bertindak.</p>
<p>Gen yang beranjak dewasa ternyata menyimpan bakat artis dalam dirinya. Kemampuannya melukis telah memberikan jalannya ke masa depan. Pertemuan yang tidak disengaja membawanya berkenalan dengan seorang remaja perempuan, Mitsuko yang membuatnya jatuh cinta. Sayangnya, kisah mereka tidak terlalu panjang, Mistuko ternyata mengidap penyakit akibat efek dari bom atom. Peristiwa ini memantapkan langkahnya untuk menggunakan segenap tenaga dan pikirannya untuk menentang peperangan dan bom atom.</p>
<p>Sesuai dengan tujuan si penulis, komik ini memberikan kita kesadaran secara penuh bagaimana kejamnya sebuah peperangan dan pemanfaatan nuklir. Tidak sulit untuk memahami bagaimana penguasa mengibarkan perang lalu yang menerima akibatnya adalah rakyat biasa. Mereka yang memutuskan perang justru kerapkali menjadi oportunis sejati, tentu saja untuk cari selamat!</p>
<p>Komik ini memberikan warna tersendiri ditengah maraknya komik untuk anak-anak yang hanya bercerita tentang cinta, masa remaja dan seterusnya. Semangat edukasi namun tetap menyenangkan menjadi inti dari komik ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2008/08/gen-si-kaki-ayam-kisah-hancurnya-hiroshima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atas dan Bawah; Kumpulan komunike EZLN</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2007/07/atas-dan-bawah-kumpulan-komunike-ezln/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2007/07/atas-dan-bawah-kumpulan-komunike-ezln/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2007 09:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[chiapas]]></category>
		<category><![CDATA[EZLN]]></category>
		<category><![CDATA[globalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[meksiko]]></category>
		<category><![CDATA[Sub-Comandante Marcos]]></category>
		<category><![CDATA[Zapatista]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.wordpress.com/2007/07/04/atas-dan-bawah-kumpulan-komunike-ezln/</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini diterbitkan oleh Resist Press. Aku lupa jumlah halamannya. Yang pasti, buku ini berisi kumpulan komunike dan surat EZLN yang ditulis oleh Sub-comandante Marcos, salah satu pimpinan EZLN. Dengan gaya menulis yang mengalir, kocak dan senang menggunakan tokoh khayalan dari cerita dongeng seperti kumbang yang mengaku sebagai Don Durito, Sub-comandante Marcos mengulas berbagai masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.resistbook.or.id/files.php?type=book&amp;id=225" border="1" alt="" hspace="5" vspace="5" width="75" height="110" align="left" />Buku ini diterbitkan oleh Resist Press. Aku lupa jumlah halamannya. Yang pasti, buku ini berisi kumpulan komunike dan surat EZLN yang ditulis oleh Sub-comandante Marcos, salah satu pimpinan EZLN.</p>
<p>Dengan gaya menulis yang mengalir, kocak dan senang menggunakan tokoh khayalan dari cerita dongeng seperti kumbang yang mengaku sebagai Don Durito, Sub-comandante Marcos mengulas berbagai masalah yang dihadapi oleh Zapatista. Tulisannya yang ringan mampu menjelaskan tentang rumitnya permasalahan yang menyelubungi globalisasi ekonomi, politik dan budaya.</p>
<p>Jika anda mencari tulisan serius, anda tidak akan mendapatkannya dalam buku ini. Jika anda mencari tulisan yang penuh jenaka namun cerdas, silahkan baca buku ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2007/07/atas-dan-bawah-kumpulan-komunike-ezln/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malcolm X untuk Pemula</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2007/05/malcolm-x-untuk-pemula/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2007/05/malcolm-x-untuk-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 18:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[Aquina Doctor]]></category>
		<category><![CDATA[diskriminasi]]></category>
		<category><![CDATA[Elijah Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[hak sipil dan politik]]></category>
		<category><![CDATA[Klux-Klux Klan]]></category>
		<category><![CDATA[Malcolm X]]></category>
		<category><![CDATA[Nation of Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Non-violence]]></category>
		<category><![CDATA[Organization of Afro-American Unity]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.wordpress.com/2007/05/29/malcolm-x-untuk-pemula/</guid>
		<description><![CDATA[Buku yang sederhana ini dituliskan oleh Bernard Aquina Doctor dan diterbitkan dalam versi Indonesia oleh Resist Book, Yogyakarta. Buku yang tebalnya 186 + x halaman ini lebih tepatnya buku otobiografi bergambar. Maklum, seperti buku untuk pemula, visualisasi sangat mudah untuk menyampaikan isi dari buku. Terlebih lagi, penulisnya adalah ilustrator yang tinggal di Amerika. Isi buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm1.static.flickr.com/231/518299501_54754583f9.jpg" align="right" border="1" hspace="5" vspace="5" />Buku yang sederhana ini dituliskan oleh Bernard Aquina Doctor dan diterbitkan dalam versi Indonesia oleh Resist Book, Yogyakarta. Buku yang tebalnya 186 + x halaman ini lebih tepatnya buku otobiografi bergambar. Maklum, seperti buku untuk pemula, visualisasi sangat mudah untuk menyampaikan isi dari buku. Terlebih lagi, penulisnya adalah ilustrator yang tinggal di Amerika. Isi buku ini bercerita tentang otobiografi dari tokoh pejuang hak sipil di Amerika yang sangat berpengaruh, Malcolm X.<span id="more-48"></span></p>
<p>Buku ini dimulai dengan penggambaran kondisi diskriminasi rasial ditandai dengan munculnya Klux-Klux Klan di Amerika Serikat saat Malcolm Little lahir. Lahir pada 19 Mei 1925 dari keluarga kristen yang berkulit hitam, Malcolm tumbuh dengan berbagai kekurangan. Masa kanak-kanaknya dilewati dengan berbagai kesulitan, yang paling berat adalah kehilangan ayahnya. Saat remaja, Malcolm hidup dalam dunia hitam; menjual obat bius, mencuri  dan lain-lain. Pada umur 21, Malcolm dijebloskan ke penjara karena pencurian bersenjata yang dilakukannya. Dia dijatuhi hukuman 10 tahun di sebuah penjara di Charlestown.</p>
<p>Dalam penjara, dia kemudian mulai mendengar tentang Elijah Muhammad dan <em>Nation of Islam</em>. Setelah menjalani 7 tahun penjara, Malcolm kemudian dibebaskan. Malcolm kemudian menjadi seorang muslim dan menggunakan X sebagai penolakannya terhadap nama budak. Perkembangan pesat dialaminya dalam NOI, Malcom adalah orator yang handal dan kerap kali menggantikan Elijah Muhammad dalam pertemuan. Dikarenakan cukup keras dan vokal dalam menanggapi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh komunitas kulit hitam, beberapa pengurus NOI tidak senang dengan perilaku Malcom X. Pada akhirnya, Malcolm X kemudian mengundurkan diri dari NOI setelah mengetahui bahwa panutannya,  Elijah Muhammad, tidak mau mengakui kesalahhnya dan beberapa alasan lainnya.</p>
<p>Malcom X kemudian membangun dua organisasi, <em>Muslim Mosque, inc.</em> dan <em>Organization of Afro-American Unity</em>. Malcolm kemudian memperluas jaringan politiknya dengan mengunjungi berbagai negara Afrika, Eropa dan Asia untuk perjuangannya. Pada masa yang sama, Martin Luther King Jr. juga memperjuangkan hal yang sama namun menolak kekerasan seperti yang dijalankan oleh Malcom X.</p>
<p>Saat menjalankan ibadah Haji di Mekkah, Malclom X kemudian mengganti namnya menjadi El-Hajj Malik El-Shabazz. Dari perjanalan ini, Malcolm X kemudian menyadari bahwa persaudaran dunia adalah hal yang mungkin dicapai. Saat itu pula, Malcolm X giat memperjuangkan hak-hak sipil serta persamaan hak. Malcolm X dan Martin Luther king Jr. kemudian sepakat untuk bersama-sama memperjuangkan ide mereka tentang hak-hak sipil. Pada 21 Februari 1965, Malcom X tewas ditembak oleh militan muslim saat akan menyampaikan pidatonya di sebuah pertemuan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2007/05/malcolm-x-untuk-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hak Asasi Manusia Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia.</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2007/05/hak-asasi-manusia-dalam-kehidupan-masyarakat-indonesia/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2007/05/hak-asasi-manusia-dalam-kehidupan-masyarakat-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 May 2007 19:47:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Bacaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.wordpress.com/2007/05/27/hak-asasi-manusia-dalam-kehidupan-masyarakat-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Buku ini berisi 17 esai pelajar yang berhasil menang dalam perlombaan penulisaan esai HAM yg dilaksanakan olehDepartemen Filsafat, Fakutas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Gadis Arivia menjadi editor buku ini dan diterbitkan oleh Filsafat UI Press dengan 327 + vi halamanTulisan tersebut membahas berbagai isu HAM dalam sudut pandang pelajar. Kegelisahan tentang perkembangan HAM di Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku ini berisi 17 esai pelajar yang berhasil menang dalam perlombaan penulisaan esai HAM yg dilaksanakan olehDepartemen Filsafat, Fakutas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Gadis Arivia menjadi editor buku ini dan diterbitkan oleh Filsafat UI Press dengan 327 + vi halamanTulisan tersebut membahas berbagai isu HAM dalam sudut pandang pelajar. Kegelisahan tentang perkembangan HAM di Indonesia ditulis oleh seorang pelajar asal Bima dengan sederhana. Isu mengenai keadilan dan kekerasan diangkat oleh beberapa penulis dengan menekankan tentang permasalahan yang melingkupinya. Permasalahan Ujian Akhir Nasional, sebagai salah satu masalah yang paling dekat dengan penulis diangkat dengan berbasikanpengalaman penulis sebagai pelajar. Yang menarik adalah diangkatnya perdebatan mengenai masalah hukuman mati,satu isu yang menurutku cukup jauh dari kehidupan para pelajar.</p>
<p>Kekurangan dari buku ini adalah pembahasan setiap isu masih jauh dari cukup. Sistematika penulisan masih berantakan sehingga pembahasannya masih sangat umum. Terlihat jelas bahwa beberapa penulis tidak memahami dengan baik satu permasalah sehingga terkesan sangat umum. Yang cukup mengangguku adalah satu tulisan tentang masalah RUU APP. Aku yakin bahwa terdapat beberapa pargraf yang merupakan hasil pemikiran orang lain yang diambil tanpa mencantumkan sumber.</p>
<p>Walaupun pembahasan setiap esai masih jauh dari baik, para penulis layak mendapatkan acungan jempol. Secarategas memperlihatkan sikap mereka terhadap satu permasalahan dengan sudut pandang pelajar. Semangat mereka untuk untuk menggali tentang satu permasalahn begitu besar. Berbagai sumber, baik berupa tulisan maupun buku mereka pergunakan dan lampirkan dalam hampir semua esai.</p>
<p>Secara umum, aku melihat ada semangat para pelajar ini untuk mengangkat berbagai permasalahan HAM yang ada dimasyarakat. Namun, keterbatasan mereka dalam penguasaan materi menjadi kendala umum. Upaya mereka mencari informasi tentang isu tersebut sepertinya sangat terbatas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2007/05/hak-asasi-manusia-dalam-kehidupan-masyarakat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

