<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>House of Question &#187; Open Source</title>
	<atom:link href="http://syaldi.web.id/category/meja-kerja/teknologi-komunikasi-dan-informasi/open-source-teknologi-komunikasi-dan-informasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syaldi.web.id</link>
	<description>Bertanyalah, jangan pernah berhenti bertanya.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 12:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mencoba Senayan, Aplikasi Perpustakaan</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/09/mencoba-senayan-aplikasi-perpustakaan/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2009/09/mencoba-senayan-aplikasi-perpustakaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 19:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi dan Dokumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[opac]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[senayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=993</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama benar aku mendengar tentang satu aplikasi open source pengelolaan perpustakaan yang diberi nama Senayan  On-line Publishing Acces Catalog. Kalau tidak salah, sekitar tahun 2007 seorang teman memberikan informasi tentang aplikasi ini ini namun baru dua bulan terakhir ini mencoba sendiri. Sebelumnya, aku sudah mendorong perpustakaan Yayasan Jurnal Perempuan untuk menggunakan aplikasi ini. Sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama benar aku mendengar tentang satu aplikasi <em>open source</em> pengelolaan perpustakaan yang diberi nama Senayan  On-line Publishing Acces Catalog. Kalau tidak salah, sekitar tahun 2007 seorang teman memberikan informasi tentang aplikasi ini ini namun baru dua bulan terakhir ini mencoba sendiri. Sebelumnya, aku sudah mendorong perpustakaan<a href="http://library.jurnalperempuan.com" target="_blank"> Yayasan Jurnal Perempuan</a> untuk menggunakan aplikasi ini. <span id="more-993"></span></p>
<p>Sejak tahun 2001, entah mengapa aku tiba-tiba terlibat dan tertarik pada masalah perpustakaan. Mungkin dikarenakan ketertarikan pada pendokumentasian dan pengelolaan informasi sehingga mendekatkan kepada dunia ini. Terlebih lagi, beberapa teman dalam bekerja punya latar belakang sebagai pustakawan. Jadilah, aku mempelajari sedikit demi sedikit ilmu yang terbilang tidak mudah dan membosankan bagi kebanyakan orang.</p>
<p>Aplikasi perpustakaan yang pertama aku kenal adalah ISIS masih dalam versi DOS yang kemudian dikembangkan menjadi CDS/ISIS. Pertama melihat aplikasi ini, kepala sudah mau pecah karena melihat kerumitannya. Aku hanya berharap ada aplikasi yang lebih mudah sehingga orang awam sekalipun dapat mengoperasikannya. Akhirnya keluarlah Senayan.</p>
<p>Aplikasi ini merupakan aplikasi <em>open source</em> untuk Sistem Manajemen Perpustakaan yang dikembangkan oleh Pusat Informasi dan Humas Depdiknas. Dibangun menggunakan teknologi PHP dan MySQL yang dapat digunakan di berbagai sistem operasi ini. Untuk lebih lengkapnya, silahkan mengunjungi <a href="http://senayan.diknas.go.id/web" target="_blank">http://senayan.diknas.go.id/web</a>.</p>
<p><strong>Mencoba Senayan untuk Perpustakaan Pribadi</strong></p>
<p>Aku menggunakan aplikasi untuk kebutuhan perpustakaan pribadiku. Buku yang sudah menumpuk di kamar kerja sudah tak terdata dengan baik, beberapa di antara sudah dipinjam entah oleh siapa. Akibatnya, beberapa buku koleksi yang agak susah kudapatkan hilang begitu saja. Mau tidak mau, aku harus mengelolanya untuk meminimalkan kehilangan tersebut.</p>
<p>Aku kemudian mencoba <a href="http://senayan.diknas.go.id/web/?q=node/1" target="_blank">Senayan 3 stable 10</a>. Tidak butuh waktu terlalu lama; men-setup MAMP (kebetulan saya menggunakan Mac), lalu buat database MySQL server dan eksekusi <em>script</em>-nya. Selanjutnya melakukan instalasi aplikasinya dan selesai. Senayan telah dapat digunakan.</p>
<p>Setelah mencobanya, ada beberapa catatan yang perlu aku sampaikan untuk mereka yang ingin mencoba.</p>
<ol>
<li>Instalasinya sangat mudah. Jika sudah sering menggunakan aplikasi web, sudah bisa dipastikan anda bisa melakukannya. Terlebih lagi manual yang disediakan oleh pengembangnya cukup lengkap, terutama untuk pengguna dengan sistem operasi linux. Cukup menyediakan Apache dan MySQL server di komputer anda, Senayan sudah dapat digunakan. Jika ada kebutuhan untuk menjadikannya on-line, hanya cukup dengan mengunggah database dari MySQL, anda sudah bisa menggunakannya dalam hitungan jam,</li>
<li>Fitur yang disediakan juga cukup banyak dan tentunya sangat membantu. Untuk pengolahan bibliografi, sudah sangat memadai. Dilengkapi dengan sistem <em>barcode</em> yang akan mempercepat proses pelayanan sirkulasi. Aplikasi ini dapat membantu pustakawan untuk mengetahui berapa member yang terlambat melakukan pengembalian.</li>
<li>Oh iya, ada juga fasilitas untuk mencari katalog buku yang sudah tersedia di Internet. Ini hal yang baru buatku juga. Saat menggunakannya, pengguna tinggal memasukkan kata kunci berdasarkan judul atau nomor ISBN/ISSN. Jika ditemukan, kita tinggal menambahkan ke dalam database kita dengan sekali klik. Begitu cepat dan mudah&#8230;</li>
<li>Saat mencoba membuka beberapa halamannya, ternyata masih ada gabungan antara HTML dan PHP. Template halamannya lebih banyak menggunakan HTML sehingga akan mempermudah pengguna untuk melakukan modifikasi.</li>
</ol>
<p>Aku pribadi sangat menganjurkan organisasi yang memiliki perpustakaan untuk menggunakan aplikasi ini. Dengan aplikasi ini, proses pertukaran informasi, khususnya katalog akan lebih mudah dan terbuka kemungkinan membuat on-line public access catalog (OPAC) bersama dengan organisasi lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2009/09/mencoba-senayan-aplikasi-perpustakaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya OpenEvsys Diluncurkan&#8230;!</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/08/akhirnya-openevsys-diluncurkan/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2009/08/akhirnya-openevsys-diluncurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 21:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Pemantuan HAM]]></category>
		<category><![CDATA[HURIDOCS]]></category>
		<category><![CDATA[openevsys]]></category>
		<category><![CDATA[sahana]]></category>
		<category><![CDATA[winevsys]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dikerjakan lebih dari satu tahun, akhirnya sebuah aplikasi web open source untuk pendokumentasian Pelanggaran Hak Asasi Manusia diluncurkan. Aplikasi ini diberi nama OpenEvsys merupakan pengembangan dari WinEvsys merupakan hasil kerja keras dari HURIDOCS International dan Respere. Sebelumnya, Gugus Kerja Dokumentasi dan Informasi HAM telah menguji cobanya dan memberikan beberapa masukan di dalam pengembangannya. Berikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah dikerjakan lebih dari satu tahun, akhirnya sebuah aplikasi web open source untuk pendokumentasian Pelanggaran Hak Asasi Manusia diluncurkan. Aplikasi ini diberi nama OpenEvsys merupakan pengembangan dari WinEvsys merupakan hasil kerja keras dari HURIDOCS International dan Respere. Sebelumnya, Gugus Kerja Dokumentasi dan Informasi HAM telah menguji cobanya dan memberikan beberapa masukan di dalam pengembangannya.<span id="more-980"></span></p>
<p>Berikut adalah release yang dikeluarkan secara internal di jejaring pengembang dan pengguna OpenEvsys.</p>
<p><strong>Indonesia</strong><br />
OpenEvsys adalah adalah aplikasi open-source gratis yang saat ini sedang dikembangkan oleh Human Rights Information and Documentation Systems, International (HURIDOCS) dan Respere. Aplikasi ini menggunakan HURIDOCS Events Standard Format, standar internasional untuk dokumentasi pelanggaran HAM yang terdapat di sistem pangkalan data yang dibuat oleh HURIDOCS. Openevsys menggunakan kembali kerangka kerja yang dikembangkan SAHANA, platform open source manajemen kebencanaan.</p>
<p>Informasi :<a href="https://launchpad.net/openevsys" target="_blank"> https://launchpad.net/openevsys</a><br />
Unduh aplikasi : <a href="https://launchpad.net/openevsys/+download" target="_blank">https://launchpad.net/openevsys/+download</a></p>
<p><strong>English</strong><br />
OpenEvsys is free, open source software tool, currently under development by<a href="http://www.huridocs.org" target="_blank"> Human Rights Information and Documentation Systems, International (HURIDOCS)</a> and <a href="http://respere.lk" target="_blank">Respere</a>. It implements the HURIDOCS Events Standard Formats, an international standard for documenting human rights violations, and builds on early database systems developed by HURIDOCS. OpenEvsys re-uses the application framework developed for SAHANA, the open source disaster management plaform.</p>
<p>More information : <a href="https://launchpad.net/openevsys" target="_blank">https://launchpad.net/openevsys</a><br />
Download : <a href="https://launchpad.net/openevsys/+download" target="_blank">https://launchpad.net/openevsys/+download</a></p>
<p>Jika anda atau organisasi anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang aplikasi ini, silahkan meninggalkan komentar di bawah ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2009/08/akhirnya-openevsys-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beralih ke Open Source Software</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/05/beralih-ke-open-source-software/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2009/05/beralih-ke-open-source-software/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 19:11:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[OSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir 15 tahun, aku mengenal dan menggunakan komputer. Satu tahun pertama, aku masih menggunakan sistem IBM-PC DOS. Saat mulai bekerja di sebuah perusahaan, aku kemudian mulai berkenalan dengan MS-DOS lengkap dengan Windows dan Microsoft Office. Muali saat itu, aplikasi keluaran dari Microsoft dan pengembang lainnya menjadi sangat familiar denganku. Tentu saja, tidak ada satupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="flickr-image alignleft" title="opensource.jpg" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/19449578@N00/3497730948/"><img class="flickr-medium" src="http://farm4.static.flickr.com/3417/3497730948_651748c977_t.jpg" alt="opensource.jpg" /></a>Sudah hampir 15 tahun, aku mengenal dan menggunakan komputer. Satu tahun pertama, aku masih menggunakan sistem IBM-PC DOS. Saat mulai bekerja di sebuah perusahaan, aku kemudian mulai berkenalan dengan MS-DOS lengkap dengan Windows dan Microsoft Office. Muali saat itu, aplikasi keluaran dari Microsoft dan pengembang lainnya menjadi sangat familiar denganku. Tentu saja, tidak ada satupun program asli. Semuanya bajakan!<span id="more-902"></span></p>
<p>Pada awal tahun 2004, aku sudah mulai mendengar tentang Open Source Software (OSS) yang bernama Linux. Saat itu, aku tidak terlalu memperhatikan karena aplikasi Windows (bajakan tentunya) sudah mencukupi kebutuhanku. Buat apa beralih jika sudah cukup? Toh, untuk belajar sistem operasi yang baru lagi pasti akan melelahkan. Lagi pula, kompabilitasnya masih jauh ditambah lagi kerumitannya.</p>
<p><a class="flickr-image alignright" title="linux-vs-windows.jpg" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/19449578@N00/3497731122/"><img class="flickr-medium alignright" style="border: 1px solid black; margin: 2px 5px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3601/3497731122_3bc4506ae8.jpg" alt="linux-vs-windows.jpg" width="243" height="312" /></a>Namun, satu tahun terakhir ini aku terusik lagi dengan OSS. Aku mulai sering berdiskusi dengan teman-teman penggiat OSS mengenai ideologi dibalik OSS. Ditambah lagi perkembangan OSS yang sudah semakin maju dan ramah pada penggunanya. Di sisi lain, Windows semakin gencar menancapkan kuku-kuku monopolinya diberbagai bidang perkembangan teknologi informasi. Jangan dilupakan bahwa harga yang dipatok untuk aplikasi tersebut lumayan tinggi dan jelas saja tidak mudah terjangkau. Serangan virus yang seakan tiada hentinya membuat pengguna Windows harus berpikir ulang. Lagi pula, secara legal itu bermasalah.</p>
<p>Yang menjadi salah satu alasan paling utama mengapa aku kemudian tertarik belajar dan menggunakan OSS adalah semangat yang berada dibaliknya. OSS ingin melawan monopoli pengetahuan yang dilakukan oleh segelintir orang demi keuntungannya. OSS ingin mengembalikan hakikat pengetahuan untuk semua umat manusia. OSS setidaknya memiliki 4 kebebasan yang tidak dimiliki oleh Windows dan aplikasi lainnya;</p>
<blockquote>
<ul>
<li>The freedom to run the program, for any purpose (freedom 0).</li>
<li>The freedom to study how the program works, and adapt it to your needs (freedom 1). Access to the source code is a precondition for this.</li>
<li>The freedom to redistribute copies so you can help your neighbour (freedom 2).</li>
<li>The freedom to improve the program, and release your improvements (and modified versions in general) to the public, so that the whole community benefits (freedom 3). Access to the source code is a precondition for this.</li>
</ul>
</blockquote>
<p>Anda tidak usah khawatir menggunakan software tersebut seperti saat menggunakan aplikasi bajakan. Anda dapat menggunakannya untuk tujuan apapun tanpa khawatir kena sweeping atau tuntutan hukum. Yang terpenting adalah anda dapat mempelajarinya. Selama ini, kita tidak punya kendali dan tidak mengetahui bagaimana sebuah aplikasi bekerja. Dengan menggunakan OSS, anda dapat mempelajarinya dan mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan anda. Bukan lagi anda yang harus beradaptasi dengan aplikasi. Bukankan aplikasi tersebut dibuat untuk membantu anda?</p>
<p>Jika merasa orang lain membutuhkannya, anda dapat menyebarluaskannya tanpa takut akan dikenai tuntutan sebagai pembajak. Kalau perlu sebarkan seluas-luasnya. Jika ingin belajar lebih jauh, anda dapat mengembangkan dan menyebarkannya. Tentu saja dengan catatan bahwa demi kepentingan banyak orang.</p>
<p>Tidak heran, banyak komunitas yang secara sukarela mendukung pengembangan OSS. Akhirnya, berbagai permasalahan teknis yang dihadapi oleh para pengguna OSS dapat dengan mudah diselesaikan. Asal mau belajar, pasti bisa kok&#8230;</p>
<p>Berawal dari semangat inilah, aku kemudian memilih untuk beralih dan mengkampanyekan OSS. Salah satu hal yang paling awal aku akan lakukan adalah mendorong untuk melakukan migrasi dari Windows ke OSS di lembaga tempatku bekerja. Aku akan menceritakan lebih lanjut di posting selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2009/05/beralih-ke-open-source-software/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uji Coba Openevsys!</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/04/uji-coba-openevsys/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2009/04/uji-coba-openevsys/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 02:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi dan Dokumentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Pemantuan HAM]]></category>
		<category><![CDATA[HURIDOCS]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[openevsys]]></category>
		<category><![CDATA[winevsys]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.web.id/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang telah disampaikan dalam tulisan sebelumnya, aplikasi pendokumentasian dan pemantauan pelanggaran HAM, Winevsys saat ini telah dikembangkan menjadi Openevsys. Gugus Kerja Dokumentasi Informasi dan Dokumentasi HAM (GKID-HAM) mendapatkan kehormatan untuk membantu dua organisasi, KontraS Aceh dan YLBHI untuk menguji coba Openevsys. Dari proses yang sudah berjalan, setidaknya ada beberapa hal yang dapat dijadikan pembelajaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang telah disampaikan dalam <a href="http://http://syaldi.web.id/2008/09/winevsys-aplikasi-database-pemantauan-pelanggaran-ham/">tulisan sebelumnya</a>, aplikasi pendokumentasian dan pemantauan pelanggaran HAM, Winevsys saat ini telah dikembangkan menjadi <a href="http://huridocs.org/tools/monitoring/openevsys">Openevsys</a>. <a href="http://www.id-hr-docs.org" target="_self">Gugus Kerja Dokumentasi Informasi dan Dokumentasi HAM</a> (GKID-HAM) mendapatkan kehormatan untuk membantu dua organisasi, <a href="http://www.kontras.org/aceh/">KontraS Aceh</a> dan <a href="http://www.ylbhi.or.id" target="_blank">YLBHI</a> untuk menguji coba Openevsys.<span id="more-795"></span></p>
<p>Dari proses yang sudah berjalan, setidaknya ada beberapa hal yang dapat dijadikan pembelajaran bersama. Perbedaan yang mendasar dari kedua aplikasi ini adalah semangat open-source. Jika sebelumnya, Winevsys menggunakan MS Acces sebagai basis data dan tampilan mukanya (interface), maka Openevsys telah menggunakan SQL sebagai basis data dan PHP sebagai tampilan mukanya. Dalam dokumen yang dikirimkan HURIDOCS kepada GKID-HAM, semangat ini ditegaskan bahwa aplikasi ini diharapkan dapat menjadi proses pembelajaran bersama dalam mengembangkan aplikasi pemantauan dan dokumentasi pelanggaran HAM.</p>
<p>Untuk pengembangan aplikasi ini, HURIDOCS menggunakan Free Open Source Software yang bernama <a href="http://www.sahana.lk/overview" target="_blank">SAHANA</a>. Awalnya, palikasi ini  digunakan dalam kondisi bencana untuk melakukan pendataan korban, manajemen bantuan hingga relawan. SAHANA juga telah digunakan oleh <a href="http://www.airputih.or.id" target="_blank">Yayasan Airputih</a> saat terjadi bencana gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta pada tahun 2006.</p>
<p><strong>Entitas Tambahan</strong></p>
<p>Kembali pada beberapa hal yang ditemui pada uji-coba Openevsys. Salah satu yang paling jelas terlihat adalah penambahan entitas baru dalam logika openevsys. Jika sebelumnya Winevsys dikenal dua entitas; Person (orang) dan Event (Peristiwa) maka di Openevsys ada penambahan Document (dokumen). Penambahan entitas ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pendokumentasian dokumen yang terkait dengan peristiwa atau orang. Dalam winevsys kita hanya bisa memasukkan data dalam bentuk teks ke dalam basis data sehingga menyulitkan saat dokumen yang dimiliki dalam bentuk non teks seperti gambar, audio atau video. Saat ini, Openevsys memberikan fasilitas untuk mengunggah dokumen teks maupun non-teks.</p>
<p>GKID-HAM sudah mencoba mengembangkan fasilitas ini di Winevsys dalam versi lokal.</p>
<p><strong>Role Member</strong></p>
<p>Ini adalah salah satu tambahan yang akan sangat bermanfaat. Setiap pengguna dapat diatur perannya dalam penggunaan Openevsys. Ada tiga role untuk pengguna; <strong>admin</strong> ibarat dewa yang dapat melakukan berbagai perubahan dalam Openevsys, analyst dapat menggunakan beberapa fitur seperti bagian analisis untuk membuat output dari database sementara entry data hanya dapat memasukkan data ke dalam data base. Fitur ini akan menambah keamanan dalam penggunaan Openevsys.</p>
<p>GKID-HAM sudah mengembangkan role ini di Winevsys dalam versi lokal.</p>
<p><strong>Kustomisasi</strong></p>
<p>Sebenarnya, fasilitas ini sudah tersedia di Winevsys. Namun dalam openevsys fasilitas ini dibuat lebih mudah untuk pengguna. Bagian kustomisasi memberikan kemampuan kepada pengguna (terbatas pada admin) untuk memunculkan atau menyembunyikan field-field tertentu dalam Openevsys. Dalam kondisi tertentu, tidak semua pengguna membutuhkan beberapa field karena tidak dibutuhkan dalam proses analisis atau tidak relevan. Fitur ini merupakan jawaban atas masukan bahwa field yang ada di Winevsys terlalu detail sehingga terkadang menyulitkan pengguna.</p>
<p><strong>Beberapa Kelemahan</strong></p>
<p>Dalam uji-coba ini yang paling terasa adalah masalah koneksi internet. Untuk pengguna dengan koneksi internet broadband, persoalan ini mungkin tidak akan ditemui namun disparitas koneksi internet di Indonesia masih begitu besar sehingga akan menyulitkan pengguna dengan koneksi dial-up.</p>
<p>Kondisi ini disebabkan server untuk uji coba masih berada di luar negeri. Ditambah lagi dengan jumlah script dari satu halaman yang harus diakses. Dalam waktu dekat, tim pengembang Openevsys akan segera membuat terobosan menggunakan fasilitas sychronizing untuk mempermudah pengguna yang menghadapi masalah ini.</p>
<p><strong>Tampilan Openevsys</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://farm4.static.flickr.com/3586/3472539770_ed6da3d90f.jpg"><img title="Tampilan Muka" src="http://farm4.static.flickr.com/3586/3472539770_ed6da3d90f.jpg" alt="Openevsys" width="400" height="243" /></a><p class="wp-caption-text">Openevsys</p></div>
<p style="text-align: center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://farm4.static.flickr.com/3631/3472539874_d2c7698c02.jpg"><img title="Openevsys Menu" src="http://farm4.static.flickr.com/3631/3472539874_d2c7698c02.jpg" alt="Menu Openevsys" width="400" height="242" /></a><p class="wp-caption-text">Menu Openevsys</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2009/04/uji-coba-openevsys/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

