<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="0.92">
<channel>
	<title>House of Question</title>
	<link>http://syaldi.web.id</link>
	<description>Bertanyalah, jangan pernah berhenti bertanya.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 12:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	<!-- generator="WordPress/3.2.1" -->

	<item>
		<title>Catatan Dari Pelatihan Pemantuan Pelanggaran HAM terhadap Pengguna NAPZA</title>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, aku diminta oleh seorang teman untuk membantunya memfasilitasi pelatihan pemantauan pelanggaran HAM. Tanpa pikir panjang, aku langsung menyanggupinya meskipun hanya mendapatkan imbalan terima kasih. Kebetulan, sudah lama sekali aku dan temanku tidak bertemu dan ada hal yang ingin kami diskusikan. Aku pikir, seperti pelatihan-pelatihan yang lain sehingga aku tidak bertanya banyak [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2011/12/catatan-dari-pelatihan-pemantuan-pelanggaran-ham-terhadap-pengguna-napza/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mendokumentasikan Proses Peradilan</title>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa kegiatan pemantauan hak tersangka yang aku ikuti, baik sebagai trainer, supervisor maupun konsultan salah satu masalah yang muncul adalah minimnya ketersediaan informasi dari kasus yang dipantau. Sangat sedikit kasus yang kelengkapan informasinya mencukupi untuk membangun analisa pelanggaran. Masalah ini muncul karena sejak model pencatatannya tidak dibuat untuk mempermudah para pemantau untuk mencari informasi [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2011/09/mendokumentasikan-proses-peradilan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ia Yang Gigih Tanpa Pamrih &#124; Mengenang Ibu Ade Rostina Sitompul</title>
		<description><![CDATA[&#8220;Thanks to Bung Har Wib yang sudah mengijinkan tulisannya aku posting di blog ini. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk mengenang kontribusi beliau dalam perjuangan memanusiakan manusia Bu Ade, begitu ia akrab disapa, telah berpulang. Seorang perempuan hebat, ibu dan sahabat semua aktivis dan kalangan manapun. Saya mengenalnya mungkin lebih belakangan ketimbang banyak kawan-kawan &#8211;termasuk [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2011/07/ia-yang-gigih-tanpa-pamrih-mengenang-ibu-ade-rostina-sitompul/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tik-Tok (2)</title>
		<description><![CDATA[Benarkah kita adalah makhluk? Jangan-jangan itu hanya anggapan kita&#8230; Apakah interaksi harus selalu sesuai dengan norma? Padahal norma itu tak jelas ujung pangkalnya Apa itu prinsip? Bukankah itu hanya larik kata Tanpa makna, kata hanyalah kata Dia akan lekang oleh waktu Mungkin aku terikat sebagai elemen alam Saat aku hilang maka susunan alam berubah Apakah [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2011/07/tik-tok-2/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tik-Tok (1)</title>
		<description><![CDATA[Andai saja aku bisa menjadi orang itu Bebas, tanpa beban Merdeka, tanpa kesal Andai saja aku bisa di cap sakit jiwa Mungkin aku akan tertawa senang Aku tak lagi dipusingkan dengan persoalan Semua akan memandangku gila Padahal justru mereka lah yang gila Aku hanya membebaskan diri dari pasungan Badan yang memasung jiwa Menghilangkan substansi diriku [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2011/07/tik-tok-1/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mungkinkah seorang laki-laki menjadi seorang FEMINIS?</title>
		<description><![CDATA[Dari awal keterlibatanku di organisasi yang bergerak di isu perempuan, ada pertanyaan mendasar yang selalu mengganggu. Mungkinkah seorang laki-laki menjadi seorang FEMINIS? Teori feminis muncul dari ketidakadilan yang dialami oleh perempuan karena jenis kelaminnya. Berbagai penindasan dan ketidakadilan yang dialami oleh perempuan sejak dulu merupakan pengalaman yang sangat spesifik. tentu saja, pengalaman itu hanya dirasakan [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2011/02/mungkinkah-seorang-laki-laki-menjadi-seorang-feminis/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Memulai Kembali</title>
		<description><![CDATA[Aku baru menyadari bahwa sudah satu tahun tidak memutakhirkan blog ini. Waktu yang cukup lama untuk kevakuman ini Entah apa yang terjadi, rasa sangat malas dan jenuh lebih menguasai diri sehingga tak satupun tulisan dapat kutulis. Beberapa peristiwa kehilangan satu tahun terakhir membuatku semakin terpojok di pinggiran ruang kemalasan. Kehilangan seseorang yang sudah cukup lama [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2010/11/memulai-kembali/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Akses Internet Dijamin Undang-undang di Finlandia</title>
		<description><![CDATA[Pagi tadi, aku membaca sebuah surat elektronik yang menarik di sebuah mailing list (milis)  yang dikelola oleh HURIDOCS dan HREA. Surat tersebut berisi informasi bahwa Finlandia telah membuat regulasi (undang-undang) tentang akses internet bagi warga negaranya dimulai Juli 2009. Bahkan tidak tanggung-tanggung, pemerintah Finlandia juga menetapkan bahwa setiap warganya berhak untuk mendapatkan akses internet dengan [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/10/akses-internet-dijamin-undang-undang-di-finlandia/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mengetahui Gempa dengan Browser Anda</title>
		<description><![CDATA[Banyak orang yang tidak tahu bahwa hampir setiap hari terjadi gempa di bumi ini, meskipun hampir keseluruhannya dalam skala kecil. Awalnya aku juga tidak bisa percaya bahwa setiap hari gempa di bumi ini. Namun setelah gempa beruntun yang terjadi Indonesia, membuatku berpikir ulang. Setelah membaca beberapa bahan dari pencarian di Internet, aku baru mengetahui sedikit [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/10/mengetahui-gempa-dengan-browser-anda/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Keinginan adalah Sumber Penderitaan</title>
		<description><![CDATA[Judul di atas adalah bait lagu dari Iwan Fals yang berjudul Seperti Matahari. Saat mendengar lagu ini, aku kemudian teringat beberapa fenomena yang terjadi di sekelilingku saat ini. Sepertinya, kalimat di atas sangat tepat untuk menggambarkan fenomena tersebut. Adikku saat ini terbaring sakit karena dia tidak mampu mengontrol berbagai keinginannya sehingga tekanan di dalam dirinya [...]]]></description>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/10/keinginan-adalah-sumber-penderitaan/</link>
			</item>
</channel>
</rss>

