AI: Investigate Forcible Destruction of Homes by the police in Riau

0

23 December 2008

Indonesian authorities should immediately investigate the forcible destruction of an estimated 300 homes in the village of Suluk Bongka on 18 December, Amnesty International said today. Local sources told Amnesty International that two children died during the confrontation and that nearly 400 villagers are still homeless and living in a nearby forest. Fifty eight people remain in police custody. (more…)

Ironi di Atas KRL Jabotabek

2

Sore itu, aku baru pulang dari sebuah tempat di bilangan Bogor, Jawa Barat. Sedianya, aku pulang ke Jakarta bersama teman-teman satu kantor. Tapi karena ada urusan lain mendadak dan perubahan rencana, maka aku memutuskan pulang menggunakan angkutan umum. Salah satu pilihan terbaik dan tercepat adalah KRL Jabotabek. Segeralah kuputuskan untuk menuju ke Stasiun Bogor… (more…)

Drupadi, Interpertasi Perempuan Kisah Mahabarata

0

Drupadi

Tadi malam, aku bersama beberapa teman mendapatkan undangan untuk menyaksikan screening film Drupadi di Platinum XXI, FX. Film ini diputar dalam rangkaian kegiatan Jiffest yang ke-10. Sebelum menyaksikan film tersebut, kami sempat bertemu dengan Dian Sastrowardoyo, salah satu produser sekaligus pemain. (more…)

Segera Revisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik!

1

Masih ingat kasus Alvin Lie yang melaporkan Iwan Piliang dengan alasan pencemaran nama baik? Dalam kasus tersebut, Undang-undang No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE) digunakan sebagai salah satu dasar. Dalam kasus tersebut, Iwan Piliang dianggap menyebarkan sebuah tulisan berjudul “Hoyak Tabuik Adaro dan Soekanto” yang menghina Alvin Lie dan Partai Amanat Nasional. Selain itu, UU ITE juga telah digunakan oleh RS Omni Internasional Hospital Alam Sutera Tangerang untuk menjerat Prita Mulyasari. (more…)

Sistem Peradilan Yang Tidak Ramah

2

Beberapa waktu yang lalu, aku mendapatkan sebuah pengalaman baru dalam hidup. Aku menjadi saksi dalam sebuah kasus gugatan Adrianna Venny melawan Yayasan Jurnal Perempuan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada 25 November 2008. Walaupun bukan praktisi hukum, pengadilan dan instrumen peradilan lainnya sudah akrab denganku. Hanya saja, kali ini posisinya berbeda. Jika sebelumnya aku dalam posisi melakukan pemantauan, maka kali ini posisinya terlibat langsung menjadi saksi. Di sini pula aku kemudian memperkuat kesimpulanku bahwa sistem peradilan di Indonesia tidak ramah. (more…)

Go to Top