Untuk Seorang Bangsat yang Bernama TEMAN
3Siang itu, pasanganku tiba-tiba muncul di kost-ku dengan wajah sedikit gusar. Mataku yang belum awas saja karena baru bangun bisa melihat kegusaran tersebut. Aku kira dia mau membicarakan sisa-sisa pertengkaran kami semalam, ternyata itu hanyalah additional issue. (more…)
Winevsys, Aplikasi Database Pemantauan Pelanggaran HAM
1Untuk menyediakan data yang akurat terkait dengan sebuah pelanggaran HAM yang terjadi, dibutuhkan beberapa aktifitas yang harus dilalui. Salah satunya adalah proses pencatatan serta analisis dari data yang telah dikumpulkan dari hasil investigasi lapangan. Beberapa organisasi HAM kemudian berusaha membuat seperangkat alat untuk mencatatnya, namun banyak yang berakhir dengan kegagalan. Tulisan ini akan membahas salah satu aplikasi pendokumentasian pelanggaran HAM yang dapat membantu organisasi HAM dalam bekerja. (more…)
Hobi Baru; Blogging
0Saat membaca sebuah blog temanku C2, aku mendapatkan satu perbendaharaan kata baru dalam hobi, blogging! Walaupun sudah cukup lama nge-blog, aku tidak menganggapnya sebuah hobi. Kuanggap kegiatan ini sebagai sebuah medium untuk menumpahkan beberapa hal yang sering mengganjal kepalaku, bukan hobi…
Setelah membaca blog temanku, aku kemudian berpikir ulang tentang blogging. Ya, kalau pakai definisi yang sederhana, bogi adalah sebuah aktifitas yang dilakukan karena memberikan kepuasaan, baik secara fisik amupun psikis. Aktifitas tersebut dilakukan dengan senang hati tanpa beban dan dilakukan berdasarkan minat.
Nah, berangkat dari itulah apa yang saat ini aku katakan bahwa aku punya hobi baru; Nge-blog dan menjadi seorang blogger. Tentu saja, seperti kampanye yang dibuat oleh Amnesty International, I Blog For Human Rights!
Bahasa Sulit tanpa Makna
0Saat ini, banyak penggiat HAM di Indonesia menggunakan berbagai bahasa yang cukup sulit dipahami oleh orang awam. Baik bahasa serapan maupun bahasa asing digunakan untuk menghias perbincangan dikalangan aktifis, aku pun juga berpartisipasi. Sebutlah ouput, advokasi, network, capacity building dan seterusnya adalah bahasa yang sering aku gunakan dalam.
Pertanyaannya kemudian; apakah bahasa tersebut dipahami betul oleh si pengucapnya? Benarkah istilah tersebut untuk menggambarkan apa yag kita pikirkan? Jangan-jangan, si pengucap sama sekali tidak paham namun menggunakannya karena ini membuat style-nya semakin ok?
[Bagian I] Instrumen Internasional Hak Asasi Manusia
5Untuk mengatur pelaksanaan hak asasi manusia, dibutuhkan aturan yang instrumen pendukung. Oleh karena itu, PBB membuat seperangkat instrumen pelaksanaan penegakan, penghormatan dan pemajuan hak asasi manusia (HAM) sebagai acuan dari setiap negara. Setiap instrumen tersebut mengacu pada Undang-Undang Internasional Hak Asasi Manusia yang diakui secara universal. Tidak semua instrumen tersebut mengikat secara legal, misalnya deklarasi. Walaupun demikian, Deklarasi memiliki efek politis jika dilanggar. Sementara konvensi memiliki fungsi yang mengikat setiap negara yang telah meratifikasinya. (more…)


Komentar Anda