HURISEARCH


HuriSearch by HURIDOCS
Mencari di sekitar 4500 web-site hak asasi manusia di seluruh dunia

Kategori

Solidaritas

Perjalananku

Sedikit Catatan dari Perjalanan di Banda Aceh

Selama melakukan perjalanan ke Aceh, ada banyak hal yang aku temui. Banyak hal menarik yang harus aku catat dalam tulisan ini. Tentu saja, aku tidak bisa memberikan gambaran yang lengkap tentang Aceh. Hanya beberapa hal yang aku anggap perlu disampaikan, mungkin karena unik atau hanya ada di Aceh dan sekitarnya. Atau, hanya itu yang saat ini teringat di kepalaku. Selanjutnya… »

Perjalananku

Aceh, Masa Lalu dan Masa Kini

Beberapa bulan terakhir ini, aku mendapat kesempatan untuk “jalan-jalan” ke Aceh. Tentunya, bukan menjadi turis yang menikmati keindahan alam Serambi Aceh melainkan menjadi “buruh” untuk sebuah lembaga yang mempunyai proyek di sana. Setiap 2 minggu sekali, aku habiskan akhir pekan untuk menempuh perjalanan selama 3 jam (jadi 4 jam jika transit di Medan) ke dengan pesawat terbang. Perjalanan yang melelahkan, tapi cukup sebanding dengan pengalaman telah yang dapatkan. Selanjutnya… »

Film

Super Size Me: Bahaya McDonald’s!

Super Size Me

Judul: Super Size Me
Jenis: Dokumenter
Sutradara: Morgan Spurlock
Penulis: Morgan Spurlock
Durasi: 100 menit
Tahun: 2003

Deskripsi Singkat

Film dokumenter ini mengisahkan percobaan sangat ekstrem yang dilakukan oleh Morgan Spurlock untuk menunjukkan dampak junk food terhadap kesehatan manusia. Percobaan itu dilakukannya selama 30 hari hanya dengan mengkonsumsi menu yang tersedia di McDonald’s. Dalam waktu satu minggu, percobaanya sudah menunjukkan dampak buruknya, ketagihan dan bertambahnya berat badan serta terganggunya fungsi organ tubuh lainnya. Pada akhir film ini, anda dapat melihat dampak mengkonsumsi junk food dalam periode tertentu.

Anda senang makan di McDonald’s (McD)? Atau di Kentucky Fried Chicken (KFC) atau counter fast food lainnya? Jika iya, maka anda harus menyaksikan film dokumenter ini dan berpikir kembali apakah anda akan memakan junk food tersebut secara rutin.Memberikan satu bukti nyata tentang bahaya junk food dibandingkan dengan hasil penelitian yang terkadang membingungkan. Sungguh mengerikan, kita membeli dengan harga yang cukup mahal hanya untuk meracuni tubuh kita sendiri!

McDonald’s = Junk Food = Penyakit!

macdonald_cartoon.jpgMasalah obesitas (kegemukan) di Amerika Serikat (AS) yang terus meningkat dengan pesat menjadi latar belakang film ini. Seseorang yang mengalami obesitas akan sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit seperti diabetes, hipertensi, gagal jantung dan banyak lagi. Obesitas menjadi pembunuh kedua setelah rokok di AS. Salah satu faktor utama dari masalah obesitas ini adalah pola makan yang tidak sehat. Banyak warga AS yang mengkonsumsi fast food, baik untuk sarapan, makan siang, bahkan makan malam. Tentu saja, AS adalah “surga” junk-food di dunia, anda akan dengan mudah menemukan counter fast food dengan berbagai merek.

Morgan Spurlock memulai film ini dengan rencana melakukan percobaan-yang menurut penulis-ektrem dengan mengkonsumsi junk food selama 30 hari penuh. Dia akan mengkonsumsi junk food mulai dari sarapan pagi hingga makan malam. Ditambah lagi dengan membatasi jumlah langkah yang tentu saja berkontribusi untuk membakar kalori di dalam tubuh. Sebelum memulai percobaan ini, dia memeriksa kesehatannya ke tiga dokter spesialis yang beda dan satu ahli nutrisi dan kesehatan. Hasil pemeriksaan tersebut akan digunakan sebagai perbandingan selama percobaan tersebut.

Dari sekian banyak produsen junk food, Morgan memilih menu yang disediakan McD sebagai percobaan. McD dipilih dengan beberapa alasan; pertama, McD adalah produsen terbesar junk food di AS. Mereka menguasai 34% dari pasar junk food di AS. Anda akan dengan mudah menemukannya di pusat bisnis, bandara, jalan umum bahkan rumah sakit umum. Kedua, Produk McD dapat kita temui dengan mudah hampir di seluruh dunia. Sebagai gambaran, Mcd melayani 46 juta orang per hari. Anda bisa bayangkan, itu berarti sekitar ¼ jumlah penduduk Indonesia?

Morgan kemudian memulai percobaannya dengan mengkonsumsi menu McD di berbagai gerai dengan menu yang berbeda. Dia berkeliling ke beberapa Negara bagian untuk mengunjungi gerai McD. Dalam waktu 5 hari, berat badannya bertambah 5 %, dari 185 lbs (84 kg) menjadi 195 lbs (88,5 kg). Pada hari ke-7, Morgan sudah merasakan perubahan di badannya. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada bagian dadanya. Hari ke-8, Morgan merasa tidak nyaman jika tidak memakan junk food. Artinya, dia sudah masuk pada tahap ketagihan.

Hari ke-12, Morgan kemudian menimbang kembali berat badannya. Anda bisa tebak, berat badannya bertambah menjadi 203 lbs. Hari ke-17, pacar Morgan mengungkapkan bahwa terjadi perubahan pada perilaku Morgan. Menurutnya, Morgan menjadi gampang lelah, moody dan kehilangan gairah dalam hubungan mereka. Saat dilakukan pemeriksaan kesehatan, terlihat jelas kenaikan yang signifikan dari kandungan darahnya. Kadar kolesterol dan gula dalam darahnya menunjukkan kenaikan serta terlihat gejala gangguan pada hatinya. Melihat kondisi ini, dokter yang memeriksa Morgan menyarankan agar segera menghentikan percobaan ini. Namun morga bersikeras untuk menyelsaikan percobaannya. Perubahan yang pelan tapi pasti.

Pada hari terakhir, berat badan Morgan menjadi 210 lbs (95 kg). Selain itu dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang mendampinginya terdapat beberapa catatan yang mencengangkan. Kadar kolesterol dan gula dalam darah Morgan bertambah dengan drastis. Tekanan darahnya jauh berada di atas normal. Dia terancam 2 kali lebih rentan terhadap penyakit dan gagal jantung serta perubahan perilaku. Yang paling terlihat adalah, tumpukan lemak yang bersembunyi di perut terlihat jelas alias menjadi lebih buncit. Ketiga dokter yang mendampinginya pun tidak dapat mempercayai apa yang mereka temukan dari percobaan ini. Akhir kata, mereka menyarankan: jangan pernah makan junk food!

Untuk mengembalikan kondisi kesehatannya, Morgan harus berjuang lebih lama. Dia harus melakuan detoksifikasi melalui makanan organik selama 8 minggu agar jantung dan hatinya bisa kembali normal. Sementara untuk berat badannya, Morgan membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk kembali normal.

Film ini meraih penghargaan di Festival Film Sundance 2004 dan Festival Film Edinburgh 2004 untuk kategori sutradara terbaik.

Informasi dan Dokumentasi

[bagian II] Penggunaan Internet untuk HAM; Web-site (Sumber Informasi) HAM

Situs-sering disebut juga website- adalah salah satu bagian dari dunia maya yang menyediakan berbagai informasi. Situs merupakan kumpulan halaman web, image, video, audio dan media digital lainnya.

Dalam pembahasan sebelumnya, sudah disinggung tentang perkembangan pesat situs HAM, khususnya di Indonesia. Akan tetapi tidak kondisi ini tidak berbanding lurus dengan informasi yang tersedia. Sebagian besar situs tersebut tidak dikelola dengan baik. Dibawah ini terdapat beberapa situs yang dapat dijadikan sumber informasi HAM. Selanjutnya… »

Kamar

Menjadi Orang Bebas dan Merdeka

Jika anda mempunyai 3 permintaan yang akan dikabulkan oleh Tuhan, kira-kira apa yang anda akan minta?

Aku akan meminta tiga hal;
pertama, aku ingin menjadi orang bebas! Bebas dalam berpikir, bebas dalam bertindak dan bebas dalam berkata!

kedua, aku ingin menjadi orang merdeka! Tidak dijajah oleh siapapun dan tidak menjajah siapapun!

Ketiga, aku ingin menjadi orang yang berarti bagi orang  lain!

Sederhana, tapi butuh waktu seumur hidup untuk mewujudkannya. Bahkan, bisa dikatakan mustahil aku mencapainya. Ini akan tercapai jika aku mati dengan apa yang aku yakini!

Kamar

Catatan Yang Hilang dari Soe Hok Gie

Malam ini, untuk kesekian kalinya aku menonton kembali film GIE yang diputar oleh salah satu stasiun TV swasta. Tiba-tiba aku teringat kembali beberapa pertanyaan yang muncul setelah aku menjadi salah satu pembicara dalam sebuah diskusi mengenai pemikiran dan kehidupan Soe Hok Gie setahun yang lalu. Saat itu, aku membaca beberapa buku biografi Soe (panggilan Soe Hok Gie) dan tulisannya sendiri yaitu Lentera Merah dan Catatan Seorang Demonstran.

Saat membaca buku Catatan Seorang Demonstran, aku tidak menemukan catatan Soe Hok Gie pada pra dan pasca peristiwa ‘65. Pertanyaan yang muncul di kepalaku, kenapa tidak ada? Apakah Soe lupa menuliskannya? Aku tidak yakin kalau Soe tidak menulisnya. Atau memang catatan tersebut sengaja dihilangkan? Pertanyaannya kemudian, mengapa catatan tersebut dihilangkan?

Menurutku, catatan pada masa itu sangat penting untuk memahami pemikiran Soe saat itu menghadapi perubahan politik yang didambakan.

Hmm… dalam waktu dekat aku akan membaca kembali bukunya dan membuat resensinya!

Halaman 19 dari 28« Awal...10«15161718192021222324»...Akhir »