Belum waktunya anakku……

1

Belum waktunya anakku…….. Untuk kau mengenal dunia ini Kau seperti pucuk daun di dahan itu Dunia tak seindah sinetron di TV

Belum waktunya anakku…….. Kau melihat ke atas sana Di sana bukan kita Terlalu banyak orang dan intrik kotor

Belum waktunya anakku…….. Turunkan mukamu…… jangan kau tatap dia Jangan kau lawan tirani itu Dia masih seperti sebuah karang

Belum waktunya anakku…….. Kau bercita-cita ke depan Mimpimu masih banyak yang terlewatkan Resapi dulu mimpi-mimpi itu

Belum waktunya anakku…….. Jangan silau dengan harta duniawi Itu bumerang maut untuk kita Itu membuat lupa siapa kita

Belum waktunya anakku…….. Berteriak lantang tentang kemanusiaan Kau belum sempurna seorang manusia Manusia sendiri kadang tak tahu dia adalah manusia

Sudahlah……sekarang …… Cuci kakimu, cuci tanganmu, lanjutkan dulu tidurmu Ibu disampingmu…masamu akan datang Simpanlah semangatmu itu Belum waktunya anakku……..

Hak Asasi Manusia dan Kontribusi Sosialisme

0

“… are neither eternal truths nor supreme values … they not valid everywhere nor for an ulimited time. They are rooted neither in the conscience of the individula nor in a God’s plan of creation. They are of earhly origin… a comparatively late product of the histrory of human society-and their implementation doesn’t lie in in everybody’s interest. In their essentials, man’s interest are not the sam everywhere and they cannot even be the same particular country under the condition of the system pf private owner ship of the means of production…” Prof. Hermann Klenner, German Democratic Republic

Pada awal pembacaan yang dilakukan oleh penulis terhadap beberapa bacaan, kutipan Prof. Hermann Klenner, di atas telah membuat kebingungan tersendiri. Konsep universalitas tentang Hak Asasi Manusia (HAM) yang sebelumnya telah tertanam di kepala penulis menjadi kabur kembali. Oleh karena itu, penjelasan di bawah ini akan menekan pada kontribusi pemikiran sosialisme yang diwakili More >

Malcolm X untuk Pemula

3

Buku yang sederhana ini dituliskan oleh Bernard Aquina Doctor dan diterbitkan dalam versi Indonesia oleh Resist Book, Yogyakarta. Buku yang tebalnya 186 + x halaman ini lebih tepatnya buku otobiografi bergambar. Maklum, seperti buku untuk pemula, visualisasi sangat mudah untuk menyampaikan isi dari buku. Terlebih lagi, penulisnya adalah ilustrator yang tinggal di Amerika. Isi buku ini bercerita tentang otobiografi dari tokoh pejuang hak sipil di Amerika yang sangat berpengaruh, Malcolm X. (more…)

Hak Asasi Manusia Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia.

1

Buku ini berisi 17 esai pelajar yang berhasil menang dalam perlombaan penulisaan esai HAM yg dilaksanakan olehDepartemen Filsafat, Fakutas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Gadis Arivia menjadi editor buku ini dan diterbitkan oleh Filsafat UI Press dengan 327 + vi halamanTulisan tersebut membahas berbagai isu HAM dalam sudut pandang pelajar. Kegelisahan tentang perkembangan HAM di Indonesia ditulis oleh seorang pelajar asal Bima dengan sederhana. Isu mengenai keadilan dan kekerasan diangkat oleh beberapa penulis dengan menekankan tentang permasalahan yang melingkupinya. Permasalahan Ujian Akhir Nasional, sebagai salah satu masalah yang paling dekat dengan penulis diangkat dengan berbasikanpengalaman penulis sebagai pelajar. Yang menarik adalah diangkatnya perdebatan mengenai masalah hukuman mati,satu isu yang menurutku cukup jauh dari kehidupan para pelajar.

Kekurangan dari buku ini adalah pembahasan setiap isu masih jauh dari cukup. Sistematika penulisan masih berantakan sehingga pembahasannya masih sangat umum. Terlihat jelas bahwa beberapa penulis tidak memahami dengan baik satu permasalah sehingga terkesan sangat More >

Cinta Dengan Rasio?

1

Cinta selalu terkait erat dengan perasaan. Terkadang, perasaan yang berkuasa penuh pada cinta sehingga rasio tersingkirkan. Jadi, apakah mungkin cinta berjalan dengan rasio?

Go to Top