Trisakti, Semanggi I dan II; perjuangan tiada akhir
1Latar belakang kasus “Tidak mudah memang untuk medapatkan keadilan”, inilah yang dirasakan oleh korban dan keluarga korban dari Tragedi Trisakti, Semanggi I dan II (TSS) . Perjuangan mereka dalam neuntut pengungkapan fakta dan penyelesaian kasus masih terus berlangsung hingga saat ini. Berbagai kendala dan halangan terus berada didepan mereka. “kami membantu perjuangan para keluarga korban agar peristiwa ini tidak terulang kembali dan anak cucu banyak orang menjadi korbannya”, ungkapan ini disampaikan oleh salah seorang pendamping yang selama ini bersama perjuangan paguyuban keluarga korban. Demonstrasi damai yang berujung pada penembakan mahasiswa Trisakti pada 12 Mei 1998 telah mengakibatkan 4 mahasiswa gugur. Kejadian serupa kembali terulang pada 13 November 1998. Peritiwa yang dikenal Tragedi Semanggi I telah mengakibatkan lima Mahasiswa dan pelajar serta enam masyarakat sipil gugur akibat tertembak dan dianiaya. Tuntutan mahasiswa dan masyarakat untuk menolak pengesahan Undang-undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU PKB) harus dibayar dengan gugurnya tiga orang mahasiswa dan More >
Menentang Poligami!
31Di awal tulisan ini, aku harus menegaskan posisiku sebagai salah satu orang yang mengambil bagian dari penentang paham dan praktek Poligami. Sehingga jika ada-manusia bahkan setan sekalipun-yang tidak setuju dengan pendapatku, dengan terbuka aku membuka ruang untuk mendiskusikannya. Silahkan anda kesal atau mengumpatku apapun, aku bisa melakukan hal yang sama kepada anda. Akan tetapi aku tidak perlu melakukan kebodohan tersebut karena tidak akan menyelesaikan masalah
Ironisnya, salah seorang keluarga dekatku menjadi pihak yang ikut melanggengkan praktek ini. Kesal dan marah bercampur saat mendengar kabar ini namun tidak bisa kutumpahkan begitu saja. Dari sini pula aku mengambil pelajaran tentang betapa pentingnya menentang praktek ini. Berkaca dari pengalaman ini, aku mengangkat permasalahan nyata yang dihadapinya
Menurutku, apa yang dipahami oleh banyak orang tentang poligami telah bergeser dari makna sesungguhnya. Pemahaman poligami ini memang sangat dekat dengan pemahaman Islam, namun aku hanya akan mengemukan pendapatku yang lebih dekat pada realitas kondisi sosial, ekonomi, More >
Belajar dari Korban, membangun kekuatan …
1Sahabat, Apa yang kau rasakan saat seorang ibu bertanya kepadamu, apakah kau mengetahui sebuah tragedi yang terjadi pada bulan Mei 6 tahun yang lalu? Kau mungkin akan menjawab dengan sederhana “Bukankah saat itu terjadi kerusuhan di Jakarta?” atau mungkin tidak tahu sama sekali tanpa ekspresi. Si ibu mungkin akan tersenyum walaupun kecut. Kau mungkin tak tahu, dia adalah salah seorang ibu dari korban Tragedi Mei 1998. Baginya, peristiwa itu tidak pernah akan mereka lupakan. Peristiwa tersebut telah menorehkan trauma yang mendalam. Walaupun penguasa berusaha menghapusnya, ingatan kolektif tersebut akan terus hidup. Ibu tersebut hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak korban yang jatuh pada saat itu. Ibu tersebut mungkin tidak menyangka bahwa anaknya akan menjadi salah satu korban dalam sebuah kerusuhan massal yang terencana.
Sahabat, kalau kau masih mendengarkan, ibu tersebut hanyalah orang biasa seperti kita. Bukan satu hal mudah untuk seorang ibu yang harus kehilangan anaknya yang telah dia besarkan More >
Selamat Hari Buruh Internasional…
0Hari ini, 1 Mei 2007, seluruh buruh di dunia memperingati hari buruh internasional. May day, muncul saat International Socialist Congress pada tahun 1899 berlangsung. 1 Mei sampai saat ini kemudian dijadikan standar bersama sebagai hari buruh, dengan pengecualian di beberapa negara seperti Amerika dan Kanada di beberapa negara brbagai cara mereka gunakan untuk memperingati hari ‘penghormatan’ bagi mereka yang berada dalam kelas pekerja. Meraka adalah kelompok yang selalu terpinggirkan dari kehidupan kapitalistik yang semakin menuntut modal sebagai tuhan dari keberlangsungan hidup. (more…)
Cerita kita
1Sahabat, Tak usahlah kau membaca goresan ini Jika masih ada larik keraguan dalam benakmu Bacalah tarikan pena ini Jika larik itu telah menjadi kejujuran
Cerita… Kita pernah menulis sebuah cerita Aku menulis ceritaku sendiri Kau menulis ceritamu sendiri
Cerita itu ditoreh di atas cermin Entah siapa yang menulisnya Mungkin sudah takdir Itu kata orang-orang bijak
Ada masa, ceritaku dan ceritamu harus lekang Walau cerita itu tetap bergeming dalam masa Kau coba hapus cerita itu dengan masa Ku coba hapus cerita itu dengan rasa
Cermin itu bergemuruh hebat Saat masa memaksanya untuk lekang Cermin itu menjadi kepingan Tajam, setajam masa yang memaksanya
Denting roda masa tiada jenuh Kepingan cermin telah menusuk Menusuk jauh dalam raga Menembus hati, perlahan penuh luka
Terantuk pada sebuah logika Kepingan cermin tidak dapat menjadi cermin kembali Dia tetap menjadi kepingan cermin Walau cerita itu tetap tertulis diatasnya
Dari titik nol kita memulai Hingga titik dimana kita More >


Komentar Anda