Tempat Makan di Phnom Penh
3Sebenarnya, hasil jalan-jalan ke Phnom Penh ingin aku tuliskan secara kronologis akan tetapi sepertinya sangat sulit. Pertama sulit untuk mengingat kembali dan kedua sepertinya lebih nyaman menulis perbagian sehingga mempermudah pembaca untuk memahami Phnom Penh dari sudut pandangku. (more…)
Berkaca Pada Wajah Korban!
0Bom kembali meledak di Jakarta! Aku baru terbangun dari tidur saat temanku memberikan informasi bahwa di beberapa tempat terjadi ledakan bom. Aku termenung, mudah-mudahan ini hanya mimpi yang baru saja aku alami dan segera hilang. Ternyata harapanku meleset! Peristiwa tersebut memang terjadi. (more…)
Tiba di Phnom Penh
1Akhirnya, waktu menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) telah tiba. Semua persiapan sudah lengkap dan tinggal angkat. Apa lacur, aku bangun kesiangan karena terlalu banyak menikmati alkohol di malam sebelumnya. Jadwal pesawat Singapore Air Lines dengan nomor penerbangan SQ 957 adalah 11.40, sementara aku baru berangkat pukul 9.30! Dalam hati aku sudah bergumam, mudah-mudahan jalan Jakarta bersahabat denganku hari ini. Untungnya, aku tidak terlambat… Jika terlambat, bisa berabe…. (more…)
Shocking With BLT!
0Saat ini, aku sedang membaca buku Naomi Klein yang berjudul “Shock Doctrine”. Sebuah buku yang dapat membuat pembacanya menjadi shock dan memahami bagaimana hubungan kapitalisme dan kekuasaan!
Saat membaca sebuah bagian, aku jadi teringat pada masalah Bantuan Langsung Tunai alias BLT yang sampai saat ini menjadi masalah. Menurut JK, BLT merupakan program insentif pemerintah kepada warga miskin yang terkena dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Dari awal sampai akhir, orang lebih banyak memperdebatkan tentang manfaat dan tidak tepatnya bantuan tersebut. Ditambah, baru terungkap bahwa dana BLT diambil dari dana hutang luar negeri yang selalu dibantah oleh pemerintah.
Pertanyaanku sangat sederhana, ide menjalankan BLT itu dari mana? Siapakah yang menjadi penggagasnya? Tidak mungkin ide tersebut muncul begitu saja di kepala para pemimpin kita. Pasti ada yang memberikan masukan. Siapakah mereka? Apakah gerembolan pendukung neoliberal atau para penasihat keuangan dari IMF?
Menuju Kamboja!
2Beberapa bulan yang lalu, seorang teman menawarkanku untuk sebuah proyek di Kamboja, tepatnya di Phnom Penh. Proyek ini merupakan kerja sama sebuah lembaga di Swiss dan Kamboja. Setelah beberapa lama berpikir, akhirnya aku memutuskan untuk terlibat dalamm tim kerjanya. Akhirnya diputuskan, waktunya mulai akhir Juni hingga pertengahan Juli 2009. (more…)


Komentar Anda