Duduk, Diam dan Termenung
0Duduk, terdiam dan merenung Mencoba menata semua indera di tubuh ini Tidak ada yang salah Semua berfungsi sesuai dengan tugasnya Ternyata pikiran ini yang tidak beres
Saat keinginan berseteru dengan rasa Gejolak itu terasa hingga pembuluh darah Memompa jantung hingga adrenalin tak terkendali Titik air hujan tak mampu membendungnya Proses tak terlupakan namun tak mampu mengurainya Duduk, diam dan termenung Mencoba mengurainya dengan rasa
Pandangan ini mencoba ke depan Terlalu banyak persimpangan yang perlu kulalui Sial, mana yang harus dilalui? Dua sisi sejajar Semuanya sama! Kosong!
Mengapa sang amuk datang? Bukankan itu pilihan? Menjaga realita tetap menjadi kebenaran Agar ruang tersebut tetap terisi! Agar ide tetap terjaga!
Lalu apa yang tersisa? Ternyata aku tetap pada di sini Duduk, diam dan termenung Masih ditemani hujan
Bagaimana Pelanggaran HAM Terjadi ?
2Setelah memahami tentang apa itu HAM dan Pelanggaran HAM, pertanyaan yang kemudian perlu kita ketahui adalah siapakah yang bisa dikategorikan sebagai pelanggar HAM? Apakah hanya kelompok dapat dikatakan sebagai pelaku? Atau individu juga dapat menjadi pelaku? Lalu siapakah yang bertanggung-jawab? Bagaimana pelanggaran HAM tersebut dapat terjadi? (more…)
Eksistensi Individu Menjadi Megalomania
0Seseorang akan menjadi lengkap sebagai manusia saat eksistensinya diakui oleh manusia lainnya. Oleh karena itu, eksistensi menjadi sangat penting untuk banyak orang. Setidaknya itulah yang dipahami oleh para pemikir eksistensialis seperti Kierkegaard dan Nietzche pada abad ke-19 dan 20.
Namun, persoalan eksistensi juga yang mengusikku beberapa minggu belakangan ini. Meyaksikan mereka yang ingin diakui ‘kehadirannya’ dengan mengecilkan arti orang lain menjadi sangat memuakkan. Seolah, hanya dia yang ‘paling’ sehingga yang lain tidak menjadi penting. Orang lain menjadi komponen tambahan dalam kehidupan untuk melengkapi dirinya. Semua pikiran dan kerja keras orang lain kemudian diklaim menjadi karyanya. Dia kemudian menjadi megalomania yang mengerikan! Perlukah menjadi megalomania demi pengakuan dirimu?
Jika memang dirinya mengaku sebagai aktifis kemanusiaan, bisakah dia mulai menghargai manusia lain sebelum bicara tentang kemanusiaan? Bisakah lebih merendah dihadapan orang lain untuk menutupi kebodohannya? Mengapa dia tak sadar bahwa titik terendah seorang manusia adalah memaksakan eksistensinya?
Maskulinitas Teknologi Informasi
0Adalah sebuah kenyataan bahwa bidang Teknologi Informasi, mulai dari pengembangan hingga pemanfaatan masih jauh dari kehidupan perempuan. Yang menjadi pertanyaan adalah “apakah teknologi mempunyai sifat maskulin?”
Seorang teman pernah mengingatkan kepadaku bahwa Teknologi Informasi adalah wilayah bebas nilai. Sangat sulit jika ingin menjawab pertanyaan di atas.
Uji Coba Openevsys!
2Seperti yang telah disampaikan dalam tulisan sebelumnya, aplikasi pendokumentasian dan pemantauan pelanggaran HAM, Winevsys saat ini telah dikembangkan menjadi Openevsys. Gugus Kerja Dokumentasi Informasi dan Dokumentasi HAM (GKID-HAM) mendapatkan kehormatan untuk membantu dua organisasi, KontraS Aceh dan YLBHI untuk menguji coba Openevsys. (more…)


Komentar Anda