<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>House of Question &#187; obesitas</title>
	<atom:link href="http://syaldi.web.id/tag/obesitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syaldi.web.id</link>
	<description>Bertanyalah, jangan pernah berhenti bertanya.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Dec 2011 12:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Akhirnya, McDonald&#8217;s Memberikan Informasi Nutrisi</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2009/01/akhirnya-mcdonalds-memberikan-informasi-nutrisi/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2009/01/akhirnya-mcdonalds-memberikan-informasi-nutrisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 18:10:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela]]></category>
		<category><![CDATA[junk food]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.syaldi.web.id/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menyaksikan dan menuliskan review film &#8220;Super Size Me&#8221; dua tahun yang lalu, aku sangat jarang mengunjungi counter junk-food tersebut. Saat terpaksa mendatangai McD, maka sudah pasti aku menanyakan tentang nutrition fact (fakta nutrisi) ke pelayan. Seperti yang sudah kuduga, tidak sedikit yang kebingungan dan gelagapan dengan pertanyaan tersebut. Bahkan tingkatan manager on duty pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 78px"><a class="flickr-image" title="mcdonalds_ikon.jpg" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/19449578@N00/3271873000/"><img class="flickr-medium" style="border: 1px solid black; margin: 2px 5px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3525/3271873000_6e1a35929c_t.jpg" alt="mcdonalds_ikon.jpg" width="68" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">Scary McD</p></div>
<p>Setelah menyaksikan dan menuliskan review film <strong><a href="http://www.syaldi.web.id/2007/10/super-size-me/">&#8220;Super Size Me&#8221;</a> </strong>dua tahun yang lalu, aku sangat jarang mengunjungi <em>counter junk-food </em>tersebut. Saat terpaksa mendatangai McD, maka sudah pasti aku menanyakan tentang <em>nutrition fact</em> (fakta nutrisi) ke pelayan. Seperti yang sudah kuduga, tidak sedikit yang kebingungan dan gelagapan dengan pertanyaan tersebut. Bahkan tingkatan <em>manager on duty </em>pun tidak mengerti.<span id="more-683"></span></p>
<p>Setiap aku menanyakannya, sepertinya wajah mereka bertanya &#8220;nih, orang kurang kerjaan banget sih?&#8221;. Ya, kesannya memang pertanyaan tersebut usil. Tapi yang harus disadari, baik oleh produsen maupun konsumen bahwa fakta nutrisi adalah hak konsumen. Setiap produsen, khususnya makanan harus memberikan informasi tentang apa saja yang terkandung dalam produk yang mereka jual. Sekecil apapun kandungannya, konsumen harus mengetahuinya. Apalagi, jika produk tersebut berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.</p>
<p>McD sebagai salah satu makanan fast-food yang dianggap berbahaya bagi kesehatan sudah seharusnya memberikan informasi tersebut.</p>
<p>Nah, ada kabar gembira (walaupun sedikit), saat aku datang ke Pasaraya Manggarai dan menyempatkan diri singgah ke McD, ada sedikit perubahan. Sebenarnya aku juga sudah lupa untuk bertanya tentang fakta nutrisi, namun mataku terantuk pada lembaran di nampan penyajian. Ternyata, McD sudah menyediakan fakta nutrisi di lembar tersebut. Walaupun hanya beberapa produk, itu merupakan kemajuan kecil.</p>
<p>Tetap saja, jika orang memahami bahaya makan junk-food seperti McD, tetap harus berpikir sekian kali untuk mengkonsumsinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2009/01/akhirnya-mcdonalds-memberikan-informasi-nutrisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Super Size Me: Bahaya McDonald&#8217;s!</title>
		<link>http://syaldi.web.id/2007/10/super-size-me/</link>
		<comments>http://syaldi.web.id/2007/10/super-size-me/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 11:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syaldi Sahude</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[junk food]]></category>
		<category><![CDATA[Mc Donald's]]></category>
		<category><![CDATA[morgan spurlock]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaldi.wordpress.com/2007/10/16/super-size-me/</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Super Size Me Jenis: Dokumenter Sutradara: Morgan Spurlock Penulis: Morgan Spurlock Durasi: 100 menit Tahun: 2003 Deskripsi Singkat Film dokumenter ini mengisahkan percobaan sangat ekstrem yang dilakukan oleh Morgan Spurlock untuk menunjukkan dampak junk food terhadap kesehatan manusia. Percobaan itu dilakukannya selama 30 hari hanya dengan mengkonsumsi menu yang tersedia di McDonald’s. Dalam waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 135px"><img style="border: 1px solid black; margin: 2px 5px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2305/1587294552_bfee17d5f0.jpg" border="5" alt="" width="125" height="200" align="right" /><p class="wp-caption-text">Super Size Me </p></div>
<p>Judul: Super Size Me<br />
Jenis: Dokumenter<br />
Sutradara: Morgan Spurlock<br />
Penulis: Morgan Spurlock<br />
Durasi: 100 menit<br />
Tahun: 2003</p>
<p><strong>Deskripsi Singkat</strong></p>
<p>Film dokumenter ini mengisahkan percobaan sangat ekstrem yang dilakukan oleh Morgan Spurlock untuk menunjukkan dampak junk food terhadap kesehatan manusia. Percobaan itu dilakukannya selama 30 hari hanya dengan mengkonsumsi menu yang tersedia di McDonald’s. Dalam waktu satu minggu, percobaanya sudah menunjukkan dampak buruknya, ketagihan dan bertambahnya berat badan serta terganggunya fungsi organ tubuh lainnya. Pada akhir film ini, anda dapat melihat dampak mengkonsumsi junk food dalam periode tertentu.</p>
<p>Anda senang makan di McDonald’s (McD)? Atau di Kentucky Fried Chicken (KFC) atau counter fast food lainnya? Jika iya, maka anda harus menyaksikan film dokumenter ini dan berpikir kembali apakah anda akan memakan junk food tersebut secara rutin.Memberikan satu bukti nyata tentang bahaya junk food dibandingkan dengan hasil penelitian yang terkadang membingungkan. Sungguh mengerikan, kita membeli dengan harga yang cukup mahal hanya untuk meracuni tubuh kita sendiri!</p>
<p><strong>McDonald’s = Junk Food = Penyakit!</strong></p>
<p><a class="flickr-image" title="macdonald_cartoon.jpg" rel="flickr-mgr" href="http://www.flickr.com/photos/19449578@N00/3271872872/"><img class="flickr-medium alignleft" style="border: 1px solid black; margin: 2px 5px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3509/3271872872_e874f39bb7_m.jpg" alt="macdonald_cartoon.jpg" width="240" height="169" /></a>Masalah obesitas (kegemukan) di Amerika Serikat (AS) yang terus meningkat dengan pesat menjadi latar belakang film ini. Seseorang yang mengalami obesitas akan sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit seperti diabetes, hipertensi, gagal jantung dan banyak lagi. Obesitas menjadi pembunuh kedua setelah rokok di AS. Salah satu faktor utama dari masalah obesitas ini adalah pola makan yang tidak sehat. Banyak warga AS yang mengkonsumsi fast food, baik untuk sarapan, makan siang, bahkan makan malam. Tentu saja, AS adalah “surga” junk-food di dunia, anda akan dengan mudah menemukan counter fast food dengan berbagai merek.</p>
<p>Morgan Spurlock memulai film ini dengan rencana melakukan percobaan-yang menurut penulis-ektrem dengan mengkonsumsi junk food selama 30 hari penuh. Dia akan mengkonsumsi junk food mulai dari sarapan pagi hingga makan malam. Ditambah lagi dengan membatasi jumlah langkah yang tentu saja berkontribusi untuk membakar kalori di dalam tubuh. Sebelum memulai percobaan ini, dia memeriksa kesehatannya ke tiga dokter spesialis yang beda dan satu ahli nutrisi dan kesehatan. Hasil pemeriksaan tersebut akan digunakan sebagai perbandingan selama percobaan tersebut.</p>
<p>Dari sekian banyak produsen junk food, Morgan memilih menu yang disediakan McD sebagai percobaan. McD dipilih dengan beberapa alasan; pertama, McD adalah produsen terbesar junk food di AS. Mereka menguasai 34% dari pasar junk food di AS. Anda akan dengan mudah menemukannya di pusat bisnis, bandara, jalan umum bahkan rumah sakit umum. Kedua, Produk McD dapat kita temui dengan mudah hampir di seluruh dunia. Sebagai gambaran, Mcd melayani 46 juta orang per hari. Anda bisa bayangkan, itu berarti sekitar ¼ jumlah penduduk Indonesia?</p>
<p>Morgan kemudian memulai percobaannya dengan mengkonsumsi menu McD di berbagai gerai dengan menu yang berbeda. Dia berkeliling ke beberapa Negara bagian untuk mengunjungi gerai McD. Dalam waktu 5 hari, berat badannya bertambah 5 %, dari 185 lbs (84 kg) menjadi 195 lbs (88,5 kg). Pada hari ke-7, Morgan sudah merasakan perubahan di badannya. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada bagian dadanya. Hari ke-8, Morgan merasa tidak nyaman jika tidak memakan junk food. Artinya, dia sudah masuk pada tahap ketagihan.</p>
<p>Hari ke-12, Morgan kemudian menimbang kembali berat badannya. Anda bisa tebak, berat badannya bertambah menjadi 203 lbs. Hari ke-17, pacar Morgan mengungkapkan bahwa terjadi perubahan pada perilaku Morgan. Menurutnya, Morgan menjadi gampang lelah, moody dan kehilangan gairah dalam hubungan mereka. Saat dilakukan pemeriksaan kesehatan, terlihat jelas kenaikan yang signifikan dari kandungan darahnya. Kadar kolesterol dan gula dalam darahnya menunjukkan kenaikan serta terlihat gejala gangguan pada hatinya. Melihat kondisi ini, dokter yang memeriksa Morgan menyarankan agar segera menghentikan percobaan ini. Namun morga bersikeras untuk menyelsaikan percobaannya. Perubahan yang pelan tapi pasti.</p>
<p>Pada hari terakhir, berat badan Morgan menjadi 210 lbs (95 kg). Selain itu dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang mendampinginya terdapat beberapa catatan yang mencengangkan. Kadar kolesterol dan gula dalam darah Morgan bertambah dengan drastis. Tekanan darahnya jauh berada di atas normal. Dia terancam 2 kali lebih rentan terhadap penyakit dan gagal jantung serta perubahan perilaku. Yang paling terlihat adalah, tumpukan lemak yang bersembunyi di perut terlihat jelas alias menjadi lebih buncit. Ketiga dokter yang mendampinginya pun tidak dapat mempercayai apa yang mereka temukan dari percobaan ini. Akhir kata, mereka menyarankan: jangan pernah makan junk food!</p>
<p>Untuk mengembalikan kondisi kesehatannya, Morgan harus berjuang lebih lama. Dia harus melakuan detoksifikasi melalui makanan organik selama 8 minggu agar jantung dan hatinya bisa kembali normal. Sementara untuk berat badannya, Morgan membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk kembali normal.</p>
<p>Film ini meraih penghargaan di Festival Film Sundance 2004 dan Festival Film Edinburgh 2004 untuk kategori sutradara terbaik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaldi.web.id/2007/10/super-size-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

