Home Review Gen Si Kaki Ayam; Kisah Hancurnya Hiroshima

Gen Si Kaki Ayam; Kisah Hancurnya Hiroshima

by syaldi
4 comments

 
Judul Buku        : Gen Si Kaki Ayam; Kisah Hancurnya Hiroshima (Hadashi no Gen)
Penulis             : Keiji Nakazawa
Penerbit           : Yayasan Obor Indonesia, September 2003
Jumlah halaman     : 20 Edisi
Jenis buku        : Komik
“Gen, jadilah gandum walaupun terinjak-terinjak tapi tetap tumbuh dan bertunas”
Aku ingat betul kali pertama membaca komik ini. Saat itu aku masih aktif di Posko Tim Relawan Ps. Minggu. Seorang teman meminjamkannya kepadaku beberapa. Membaca komik ini seakan membuatku membaca sebuah buku sejarah tentang tragedi Hiroshima. Aku larut membaca hingga 6 seri. Sayangnya, keterbatasan uang saat itu membuatku harus berhenti membacanya…
Tanpa sengaja aku teringat kembali tentang komik ini saja menonton sebuah film dokumenter tentang Hiroshima. Setelah seharian mencari informasinya, aku menemukan nama penerbit buku ini. Beruntung, stok komik ini masih lengkap walaupun beberapa serinya sudah agak kusam.
 
Ringkasan:
Komik yang terdiri dari 20 seri ini mengisahkan tentang kisah kehidupan Gen Nakaoka di masa Tragedi bom atom di Hiroshima. Saat berumur 7 tahun, Gen suda harus kehilangan sebagian keluarganya akibat bom tersebut. Dia harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah situasi yang tidak berprikemanusiaan. Kehidupan tersebut membentuk sebagai individu yang sangat membenci peperangan yang diagungkan oleh sebagian besar masyarakat Jepang saat itu.
Komik ini diawali kisah keluarga Gen Nakaoka yang bahagia. Walaupun pada masa itu perang pasifik sedang berkecamuk dengan hebat, kesulitan yang mereka hadapi bisa mereka tertawakan dengan kelakukan Gen. Ayahnya adalah seorang pembuat sandal khas Jepang yang sangat anti akan peperangan. Ibunya seorang perempuan yang selalu mengasihi Gen dan saudaranya. Seperti anak lainnya, kebandelan Gen terkadang merepotkan orang tuanya. Namun, kebandelan tersebut juga membuat kedua orang tuanya harus menahan tawa.
Bom Little Boy yang dijatuhkan oleh pesawat Amerika Serikat yang bernama Enola Gay pada 14 Agustus 1945 di Hiroshima membuat kehidupan Gen berubah. Dia harus kehilangan ayah, kakak dan adiknya. Tidak lama berselang, adiknya yang baru lahir dan ibunya juga berpulang. Hanya tinggal kakaknya yang saat itu sedang ikut berperang di pasifik yang tertinggal namun tidak ada kabarnya. Semangatnya untuk bertahan telah membawanya pada petualangan yang membuatnya makin dewasa. Pertemuannya dengan banyak orang telah membuatnya semakin tersadar bahwa perang hanya membuat manusia menjadi menderita.
Pertemuan Gen dengan Ryuta dengan beberapa anak lainnya memberikan persahabatan yang abadi. Kondisi senasib yang membuat mereka semakin dekat seperti seorang saudara kandung. Ryuta yang terkenal keras kerap kali membuatnya berurusan dengan pihak berwajib untuk membela dirinya dan Gen. Jika ada orang yang berani menyentuh atau mengganggu ‘saudaranya’, Ryuta tidak segan untuk bertindak.
Gen yang beranjak dewasa ternyata menyimpan bakat artis dalam dirinya. Kemampuannya melukis telah memberikan jalannya ke masa depan. Pertemuan yang tidak disengaja membawanya berkenalan dengan seorang remaja perempuan, Mitsuko yang membuatnya jatuh cinta. Sayangnya, kisah mereka tidak terlalu panjang, Mistuko ternyata mengidap penyakit akibat efek dari bom atom. Peristiwa ini memantapkan langkahnya untuk menggunakan segenap tenaga dan pikirannya untuk menentang peperangan dan bom atom.
Sesuai dengan tujuan si penulis, komik ini memberikan kita kesadaran secara penuh bagaimana kejamnya sebuah peperangan dan pemanfaatan nuklir. Tidak sulit untuk memahami bagaimana penguasa mengibarkan perang lalu yang menerima akibatnya adalah rakyat biasa. Mereka yang memutuskan perang justru kerapkali menjadi oportunis sejati, tentu saja untuk cari selamat!
Komik ini memberikan warna tersendiri ditengah maraknya komik untuk anak-anak yang hanya bercerita tentang cinta, masa remaja dan seterusnya. Semangat edukasi namun tetap menyenangkan menjadi inti dari komik ini.

You may also like

4 comments

Komik Review 18/08/2008 - 10:38

membaca komik memang ada manfaatnya.

Reply
Syaldi Sahude 22/08/2008 - 00:57

Ya, membaca komik terkadang memberikan kita inspirasi di tengah kemuakan hidup ini.

Reply
arya 05/08/2009 - 14:18

Yayasan Obor di mana alamatnya mas? Apakah di sana masih jual dan masih lengkap? Koleksi saya kurang 3 edisi. Terima kasih.

Reply
Syaldi Sahude 07/08/2009 - 23:19

Arya, silahkan kunjungi http://www.obor.id untuk melakukan pemesanan. Mudah-mudahan mereka masih punya stoknya.

Reply

Leave a Comment