Ironi Seorang Copet

Orang itu terkapar tak berdaya…..
Darahnya mengalir seperti sungai
Debu jalan menutupi lebam mukanya
Orang-orang memandangnya dengan amarah.
Orang itu menoleh kepadaku…
Kelopak matanya seakan-akan berkata
“Tolong aku…..aku sekarat”
sumpah serapah untuknya.
Kudekati orang itu……..
Dia berbisik 2 patah kata
Aku kaget, terhenyak, dan menangis.
Napas terakhirnya dihembuskan…………
“Anakku sakit…………”
Syaldi,15 Februari 2000, pagi hari di Sta. Pasar Minggu

Related posts

Namanya Pierralcy Tampi

Secuil Catatan dari Lagu Pukul Rata

Anak dan Pilihannya

1 comment

citu 22/04/2007 - 21:28
Nice one bro! Short but very profound.
Add Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More