Home Blog Untuk Seorang Bangsat yang Bernama TEMAN

Untuk Seorang Bangsat yang Bernama TEMAN

3 comments

Siang itu, pasanganku tiba-tiba muncul di kost-ku dengan wajah sedikit gusar. Mataku yang belum awas saja karena baru bangun bisa melihat kegusaran tersebut. Aku kira dia mau membicarakan sisa-sisa pertengkaran kami semalam, ternyata itu hanyalah additional issue.

Segera dia ‘mengadu’ tentang satu masalah terkait dengan hubungan kami. Halah… apa lagi nih? Pasanganku mengatakan bahwa dua hari yang lalu dia menerima pesan singkat dari temannya (yang sialnya adalah temanku juga dan tak perlu ke sebut namanya!) yang bertanya tentang hubungan kami. Sontak aku menolak! “Maaf, aku tidak perlu baca karena tidak relevan buatku” jawabku. Salah satu prinsipku adalah tidak mau tahu pendapat orang yang tidak paham sebuah masalah. Pasanganku terus memaksa, namun aku bergeming. Temannya mendapatkan bocoran dari narasumber yang dapat dipercaya tentang hubungan kami… Hahaha..
Sialnya, pasanganku terus diganggu dengan pesan singkat dari teman (yang bangsat itu) yang meminta untuk bertemu. Terus di teror dengan pesan singkat dan beberapa faktor lain membuatnya goyah dan kalap, sampai kami harus bersitegang karena persoalan tersebut. Aku kemudian bilang, “kalau dia memang masih terus mengganggu, aku akan bicara langsung dengan dia!” Akhirnya, pasanganku memilih mematikan telpon selularnya daripada menerima lagi pesan singkat dari teman itu.
Sebenarnya, saat awal mendengar persoalan ini, amarahku sudah memuncak. Apa urusanmu dalam hubunganku? Tidak ada satupun prinsip yang kami sepakatiĀ  telah terlanggar! Mengapa kau yang menjadi gusar saat kami belum memutuskan untuk melangkah lebih maju? Atau kau ingin menjadi orang yang bijaksana?Mengapa tak kau urus gayamu sendiri daripada asyik bergunjing tentang orang lain? Kenapa tak langsung bertanya kepadaku kalau kau punya masalah denganku?
Manusia itu mengaku teman namun selalu merasa dirinya yang paling benar dan memandang picik ke temannya, termasuk aku. Dari dulu, aku tidak perduli gayanya itu dan berusaha menghormatinya. Namun, belajar dari kejadian ini semuanya akan ku cabut. Semoga bangsat yang bernama ‘temanku’ membacanya…!

3 comments
0

You may also like

3 comments

Andy MSE 07/09/2008 - 16:24

Lha… ini kok aku ikut mbaca tho…. Tahu endingnya gitu gag ku baca tadi, bisa-bisa saya ikut tertuduh jadi bangzats…

Reply
Syaldi Sahude 07/09/2008 - 16:33

Hahaha… mas Andy nggak suka nyampurin urusan pribadi temannya kan? Kalau nggak, artinya itu bukan buat mas Andy. Kalau iya, no comment… šŸ™‚

Reply
ellen 13/12/2008 - 00:11

yah, ikut baca deh..hehe
judulnya itu Loh.. menarik p’hatian,,
aku teman yang baik kok k’..^^

Reply

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy