Home Kentongan Surat Terbuka Komunitas Saskri "Peluh Berbuah Keluh"

Surat Terbuka Komunitas Saskri "Peluh Berbuah Keluh"

by syaldi
0 comment

Teman-teman, salam kebudayaan.
Aku minta tolong sebarkan surat ini seluas-luasnya. Komunitas saskri ini sudah lama sekali menjadi tempat untuk anak-anak muda di seputar rawasari untuk menjalankan kegiatan2 kesenian dan diskusi kebudayaan. Namun tanpa alasan apapun, pihak pemda, RT, dan karangtaruna tiba2 hendak membongkar tempat ini.
Dua minggu yang lalu, kegiatan2 komunitas Saskri telah dimuat di Media Indonesia Minggu sebagai salah satu kantong kebudayaan alternatif yang lahir di tengah masyarakat. Ironisnya seminggu kemudian, beredar surat dari pemerintah, untuk membongkar tempat ini tanpa alasan yang jelas. Saya jadi ingat bagaimana Warung Apresiasi di Bulungan pernah mengalami hal yang sama.
Kami mohon dukungan kira-kira bagaimana bisa menyelamatkan komunitas ini.
Salam,
Mariana dan Komunitas Saskri“Peluh Berbuah Keluh”
Surat Terbuka Komunitas Saskri
Awalnya sekedar menjalani kegiata Karang Taruna, mengisi acara kesenian dimalam puncak 17-an, maka dibentuklah Teater Katar (Karang Taruna) yang beranggotakan khusus anggota Karang Taruna Kelurahan Cempaka Putih Barat dan secara resmi menjalankan segala kegiatan di Sasana Krida (Saskri) Kelurahan Cempaka Putih Barat yang berada di belakang Kecamatan Cempaka Putih (sekarang Kelurahan Cempaka Putih Barat).
Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyaknya minat teman-teman yang ingin ikut berkesenian, lalu nama Katar diubah menjadi Teater Laskar (Olah Seni Karang Taruna, 1985) yang beranggotakan bukan hanya anggota Karang Taruna, tetapi juga masyarakat umum di sekitar Kelurahan Cempaka Putih Barat. Salah satu anggotanya yang cukup aktif adalah Bapak H Mudjeri (pejabat Sekretaris Kelurahan Cempaka Putih Barat saat itu) yang mana beliau menaruh perhatian besar pada kegiatan kami.
Kemudian guna mengembangkan diri, kami membuka hubungan dengan grup-grup kesenian lainnya yang berada di sekitar Kelurahan Cempaka Putih Barat seperti : Kelompok Anak Panggung (KAP) yang bersekretariat di Jalan Percetakan Negara VB/18, Molek Art Group dan Bara Teater yang bersekretariat di Jalan Cempaka Putih Tengah I (Gedung Balai Masyarakat Cempaka Putih), Teater Bedeng (Opek) yang bertempat di Rw.05 Kelurahan Cempaka Putih Barat, Sanggar Mutiara yang beralamat di Jalan Cempaka Putih Barat XIX Rt.06/07, Sanggar Poros (generasi penerus dari Teater Laskar, yang dipimpin oleh anggota Karang Taruna yang merasa mampu mandiri, sekarang menjadi binaan Gelanggang Remaja Planet Senen bertempat di sana sampai sekarang), Komunitas Rumput (juga penerus dari Teater Laskar, yang vakum karena pendiri dan pimpinannya sibuk menyutradarai sinetron dibeberapa stasiun televise sampai sekarang) juga dengan beberapa grup yang dating dan pergi, menumpang berlatih di Sasana Krida Kelurahan Cempaka Putih Barat dan di bawah pengawasan/koordinasi Karang Taruna Cempaka Putih Barat.
Karena banyaknya grup-grup kesenian yang ingin berlatih, kami kewalahan mengatur penjadwalan tempat. Hingga sebagian teman-teman terpaksa harus rela bergantian berproses kesenian di sekitar halaman parker Kecamatan Cempaka Putih yang sudah sarat dengan berbagai kegiatan seperti : silat, karate, paskibra, dll.
Setelah melihat kondisi gedung Sasana Krida yang mulai rapuh dibeberapa bagian, maka ditahun 2001 Dinas Sosial sebagai penanggung jawab gedung Sasana Krida merasa perlu merenovasi gedung agar lebih layak dijadikan pusat kegiatan.. Usai perbaikan gedung Bapak Roni (Sie Sosial Kecamatan Cempaka Putih saat itu) menyerahkan 2 buah kunci (1kunci kami simpan, 1 kunci lagi kami berikan pada Karang Taruna) seraya memberi mandate (secara lisan) kepada kami, untuk merawat dan mengolah kegiatan di Sasana Krida Kelurahan Cempaka Putih Barat.
Lalu atas kesepakatan bersama, grup-grup yang ada dan masih berlatih di Saskri Cempaka Putih Barat melebur diri menjadi Komunitas Sasana Krida Kelurahan Cempaka Putih Barat, yang belakangan lebih dikenal dengan “Komunitas Saskri”. Yang beranggotakan beberapa anggota Karang Taruna periode 2002-2007 dan beberapa teman-teman dari luar Kelurahan Cempaka Putih Barat yang dengan sukarela mau membantu dan berjuan demi kemajuan Komunitas Saskri.
Semenjak dari sebelum berdirinya hingga sekarang, kami telah berhasil mengantongi beberpa [restasi kesenian. Dan juga mendapat kepercayaan kerjasama dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat seperti : Praxis, Institu Ungu, Jurnal Perempuan, Walhi, Komnas HAM, STSI Bandung, KPK, Yayasan Pitaloka, Yayasan Bhineka Tunggal Ika dan beberapa lembaga lainnya. Pada 1992, instansi pemerintah daerah DKI Jakarta melalui Suku Dinas Kebudayaan dan Permeseuman wilayah Jakarta Pusat mempercayakan kami membentuk BKS Teater (Badan Kerjasama Teater Jakarta Pusat, 1992-1994), Kerjap (Komunitas Teater Jakarta Pusat dengan SK no.122/PKA/JP/2003 dan dilantik langsung oleh walikota Jakarta Pusat, 2002-2004), Dinas Kebudayaan DKI Jakarta juga meminta kami untuk membentuk dan memipin Letaki (Lembaga Teater Anak, 2004-2006) dan menyelenggarakan Festival Teater Anak-anak tingkat DKI Jakarta dan mengikuti Festival teater Anak-anak se-Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berhasil meraih juara II tingkat nasional.
Demi pengembangan diri, kami terbuka menerima masukan, kerjasama juga bantuan dari siapapun selama hal itu tidak melanggar hokum, mengganggu ketertiban, keamanan dan menyimpang dari norma-norma masyarakat (kami cukup selektif menerima teman, pemakai narkoba/narkobais jelas kami tolak). Dengan kehadiran teman-teman inilah kami bias dikenal dan kian mampu berprestasi.
Perlu diketahui juga bahwa kami pun pernah mengikuti kegiatan Karang Taruna, seperti 2 (dua) kali mengisi acara lomba penilaian lingkungan hidup bersih se-Jakarta di RW 09 Kelurahan Cempaka Putih Barat, yang dihadiri oleh ibu walikota Jakarta Pusat dan ikut lomba pemuda pelopor dengan prestasi meraih juara I tingkat walikota madya Jakarta Pusat dan juara III tingkat DKI Jakarta.
Tujuan kami sederhana yaitu membina remaja dan pemuda/I di wilayah Kelurahan Cempaka Putih Barat khususnya dan remaja dan pemuda/I di Jakarta umumnya, untuk berprestasi dibidang kesenian agar mampu menjalani hidup dengan penuh ke-indah-an, saling kasih, mandiri dan penuh tanggung jawab sebagaimana hakekat dari seni itu sendiri. Begitulah kami.
Kini sehubungan dengan rencana akan direnovasinya gedung Sasana Krida, maka kami yang berkegiatan digedung tersebut diminta segera untuk mengosongkan gedung dan segala aktivitas yang ada dihentikan. Rencana tersebut membuat kami menjadi galau karena belum adanya kepastian/pemberitahuan apakah nantinya setelah renovasi kami dapat kembali menggunakan gedung tersebut sebagai tempat beraktivitas.
Maka surat terbuka ini kami lepas kepada instansi-instansi pemerintah yang berwenang menangani kepemudaan, seni budaya dan pariwisata, agar kami mendapat ijin untuk bias menggunakan dan beraktivitas kembali di gedung tersebut. Surat terbuka ini pun kami kirim kepada teman-teman pekerja seni dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang peduli pada persoalan kepemudaan dan kesenian. Yang mana agar kami mendapat dukungan secara moral dan politis. Semoga surat terbuka ini menjadi bahan pertimbangan. Kecuali aktivitas positif kepemudaan lewat kesenian dan kebersamaan itu tidak diperkenankan, keberagaman dilarang dan ke-Bhineka-an itu haram hukumnya. Maka dengan sangat menyakitkan pastilah kami akan mengalami kelumpuhan dari dunia kesenian.
Hormat kami,
Komunitas Saskri
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Mariana Amiruddin: +628174914315 atau e-mail ke marianaamiruddin[at]gmail.com

You may also like

Leave a Comment